Garuda Indonesia (GIAA) Ingin Tambah 20 Armada Pesawat Tahun 2025
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Wildan Tsani Panjaitan mengungkap ingin menambah jumlah armada sebanyak 20 unit pesawat di tahun 2025. Rencana tersebut diyakini sebagai upaya perseroan untuk mengoptimalkan layanan kepada penumpang.
"Target kami nanti di tahun 2025 kita akan menambah pesawat lagi, 15 sampai 20 pesawat lagi," kata dia dalam konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Sementara itu dalam waktu dekat Garuda Indonesia akan menambah sebanyak empat armada baru yang dipersiapkan untuk menyambut periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Dari empat armada baru tersebut, satu armada bahkan telah tiba, sedang dalam proses painting dan perbaikan interior pesawat.
"Kemudian direncanakan nanti di akhir bulan ini juga datang satu pesawat lagi, dan dua pesawat nanti di Januari. Itu yang sudah pasti dan kemudian sudah ada tanggal delivery date-nya," ujarnya.
Baca Juga
Garuda Indonesia Siapkan 49 Rute Domestik dan 58 Armada Nataru 2025
Adapun keputusan Garuda Indonesia untuk menambah aramada baru ini merespons tingginya pemrmintaan terhadap jasa transportasi pesawat. Diketahui saat ini jumlah pesawat di Tanah Air hanya berkisar 390 unit. Angka itu lebih sedikit apabila dibandingkan sebelum pandemi covid-19 yang mencapai kisaran 700 unit.
Soal rencana perseroan dengan kode saham GIAA itu untuk menambah jumlah armada, Wamildan membocorkan sumber dana yang akan dialokasikan. Dia menyebut nantinya Garuda Indonesia (GIAA) akan menggunakan dana yang berasal dari kas perusahaan. Dia menambahkan, Garuda Indonesia memiliki alokasi khusus untuk penambahan jumlah armada.
"Pastinya kita ada ini ya, cost," sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga juga ikut memberikan respons soal biaya yang akan diperuntukkan untuk penambahan jumlah armada Garuda Indonesia. Menurut Arya, Kementerian BUMN tengah menunggu proposal dari pihak Garuda Indonesia.
"Kami masih nunggu proposal dari Garuda, nanti Garuda akan kasih proposal hitungannya bagaimana, kita cari nanti celahnya di mana, supaya memenuhi kebutuhan penerbangan," ucap Arya.

