Perluas Program Sawit Terampil, Sinar Mas Agribusiness and Food Berencana Jangkau 100.000 Petani yang Dilatih pada Tahun 2035
JAKARTA, investortrust.id - Sinar Mas Agribusiness and Food berencana untuk memperluas program Sawit Terampil dengan menjangkau 100.000 petani yang dilatih pada tahun 2035.
Diketahui, program Sawit Terampil merupakan program pengembangan kapasitas yang komprehensif yang dirancang untuk memberikan petani swadaya pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan praktik-praktik keberlanjutan yang akan meningkatkan taraf hidup mereka.
Program ini memberdayakan petani swadaya melalui pembinaan kelompok dan bimbingan individu untuk membantu mereka menerapkan good agricultural practices (GAP) atau praktik pertanian yang baik dan mengelola perkebunan secara berkelanjutan.
Head of Smallholders Innovation Department Sinar Mas Agribusiness and Food Helena Lumban Gaol mengungkapkan, program Sawit Terampil telah melatih lebih dari 9.000 petani swadaya hingga Oktober 2024.
"Mereka kini tergabung dalam rantai pasok Sinar Mas Agribusiness and Food di beberapa kabupaten di Aceh dan Langkat, Sumatera Utara," ujar Helena dalam acara Peluncuran Inisiatif RISE dan Perayaan Sertifikasi RSPO di Dafam Enkadeli Thamrin Jakarta Syariah, Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Secara rinci, Helena menjelaskan, Sinar Mas Agribusiness and Food berkomitmen untuk dapat melatih 10.000 petani sampai akhir tahun 2025 dan 50.000 petani sampai akhir tahun 2030. Terlebih, saat ini perusahaan telah melatih lebih dari 9.000 petani.
"Mudah-mudahan di akhir tahun 2025 kita bisa mencapai yang 10.000 itu. Nah, komitmen kita sebenernya sampai melatih mereka siap, mereka mengadopsinya. Jadi, kalau bisa dibilang, dari 10.000 ini, kita harapkan paling tidak 10% nya mempraktikan atau sudah mengadopsi praktik-praktik terbaik," ungkap Helena.
Lebih lanjut, Helena menyebut, para petani yang sudah mengadopsi praktik-praktik terbaik ini dapat dibuktikan dari mereka yang sudah berhasil mendapatkan sertifikasi Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO). Kedepan, Helena membeberkan bahwa hal ini juga akan didorong ke Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).
"Kita akan dorong juga ke ISPO. Dan program ini sebenarnya hanya sampai pelatihan, dan penyiapan mereka untuk bisa mendapatkan sertifikasi apapun yang mereka mau," jelas Helena.
Baca Juga
Berperan Strategis bagi Indonesia, Sawit Penopang Utama Ekspor Nonmigas hingga September 2024
Sebagai tambahan informasi, Sinar Mas Agribusiness and Food baru saja mengumumkan pencapaian inisiatif RISE terbaru, di mana salah satu koperasi petani swadaya kembali berhasil meraih sertifikasi RSPO.
Koperasi Jasa Sawit Lepan Jaya (KJSLJ) dari Langkat, Sumatera Utara, beranggotakan 250 petani swadaya dengan luasan 368 hektar, merupakah koperasi petani swadaya kedua yang berhasil meraih sertifikasi RSPO melalui program Sawit Terampil.

