PT Berdikari Jual Pangan Sesuai HET
JAKARTA, investortrust.id - PT Berdikari, perusahaan yang bernaung di bawah holding BUMN pangan, ID Food, menegaskan komitmennya untuk menjual bahan pangan, seperti ayam, olahan ayam, telur, daging sapi, dan daging kerbau impor sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami menyediakan daging kerbau impor sesuai dengan harga yang direkomendasikan pemerintah. Masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan daging kerbau di Toko Gerai Daging Berdikari dan melalui channel online shop,” kata General Manager Corporate Secretary PT Berdikari, AS Hasbi Al Islahi dalam keterangan tertulis, Senin (25/11/2024).
Baca Juga
Menko Pangan Zulhas Pastikan Stok Beras Jelang Natal dan Tahun Baru Aman
Komitmen tersebut, menurut Hasbi, sejalan dengan kebijakan strategis perusahaan untuk menjaga stabilitas harga pangan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Tugas kami antara lain meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan pangan yang efisien dan berkelanjutan,” ujar dia.
Hasbi menjelaskan, sebagai anggota BUMN Pangan dan satu-satunya BUMN Peternakan, PT Berdikari akan menjalankan peran strategis dalam penyediaan pangan, seperti ayam, olahan ayam, telur, daging sapi, dan daging kerbau impor.
“Karena itu, kami berkomitmen untuk menjual komoditas pangan sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah, dalam hal ini Badan Pangan Nasional (Bapanas), termasuk komoditas daging kerbau impor,” tutur dia.
General Manager Corporate Strategy & Digital Transformation PT Berdikari, Teddy Margamulia menambahkan, pihaknya akan membantu pemerintah mendistribusikan pangan kepada masyarakat.
Baca Juga
Mentan Amran Siapkan Strategi Percepatan Lumbung Pangan di Papua
“PT Berdikari turut andil dalam membantu pemerintah mendistribusikan pangan langsung ke masyarakat di sektor peternakan, termasuk komoditas ayam, telur, daging sapi, dan daging kerbau,” kata dia.
Teddy mengungkapkan, PT Berdikari juga berperan aktif menyalurkan bantuan pangan untuk pengentasan stunting tahun ini dengan menjangkau 1,4 juta keluarga risiko stunting (KRS) di tujuh provinsi.
“Melalui koordinasi dengan Bapanas dan kementerian terkait, PT Berdikari menjalankan kebijakan pemerintah yang melibatkan pengawasan ketat serta evaluasi berkala,” ucap dia.

