Wamen BUMN Pastikan Nasib 7 BUMN Karya Masih Aman
JAKARTA, Investortrust.id – Sejumlah Perusahaan pelat merah (BUMN) yang bergerak di sektor konstruksi alias BUMN Karya tengah terbelit masalah. Sebut saja PT Waskita Karya Tbk yang pada kuartal III – 2023 mencatatkan rugi Rp2,83 triliun. Sementara itu koleganya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencetak rugi lebih besar di periode sama, senilai Rp5,84 atau membengkak 209 kali lipat dibandingkan rugi tahun sebelumnya yang sebesar Rp27,96 miliar.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi para investor mengingat sejumlah BUMN Karya telah mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia. Kalangan lainnya juga khawatir merosotnya kinerja BUMN karya juga akan memengaruhi proses pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memastikan bahwa nasib tujuh BUMN Karya, yang di antaranya tengah mengalami penurunan kinerja, masih dalam kondisi aman. Ia menegaskan secara fungsi dalam pembangunan infrastruktur, BUMN Karya masih bisa dioptimalisasi.
Baca Juga
Erick Thohir Apresiasi 2 BUMN Karya yang Bangun KEK Kesehatan Bali
“Insyaallah dari tujuh BUMN karya yang beroperasi, tujuh-tujuhnya akan (tetap) beroperasi,” ucap pria yang akrab disapa Tiko ini saat ditemui media di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat (29/12/2023).
Ia juga menyampaikan pihaknya terus melakukan upaya penyehatan sejumlah BUMN Karya seperti Wakita Karya, salah satunya melalui restrukturisasi.
“Sekarang kita melakukan restrukturisasi Waskita dan HK (Hutama Karya). Proses restrukturisasi sekarang posisinya adalah (peninjauan) MRA (master restructuring agreement) dengan perbankan sudah hampir dicapai,” katanya.
Mekanisme restrukturisasi, kata Tiko, akan terus diupayakan untuk bisa mencapai kesepakatan dengan kreditur, vendor, maupun dengan para pemegang obligasi.
Baca Juga
RUPO Tidak Kuorum, Restrukturisasi Utang Waskita Karya (WSKT) Tertunda
Dalam kesempatan tersebut ia juga mengemukakan bahwa Kementerian BUMN sedang melakukan konsolidasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan untuk membahas pembentukan holding BUMN Karya. Dalam proses konsolidasi tersebut Waskita akan dijadikan anak usaha Hutama Karya, dengan syarat proses penyehatan Waskita Karya sudah rampung.
“Yang sudah saya announce kemarin adalah Waskita akan menjadi anaknya HK. Jadi begitu restrukturisasi selesai maka Waskita akan menjadi anak HK,” kata dia.
Tiko juga mengatakan akan mengusulkan penerbitan peraturan pemerintah (PP) untuk menginbrengkan Waskita ke HK. “Nanti apakah integrasi yang lain, Wika (PT Wijaya Karya Tbk), PP (PT PP), Brantas (PT Brantas Abipraya), Adhi (PT Adhi Karya Tbk) akan berlanjut, sedang diskusi seperti apa,” ujar dia.

