Pemimpin Harus Mahir Bercerita
Oleh Ongky Hojanto,
Pakar Public Speaking Indonesia
INVESTORTRUST.ID - A big part of a CEO’s job is to motivate people to reach certain goals. To do that, he or she must engage their emotions, and the key to their hearts is story. Pesan senior editor Harvard Business Review, Bronwyn Fryer, tersebut perlu dicermati oleh setiap pemimpin, tidak terbatas di bidang bisnis.
Pasalnya, cerita merupakan salah satu cara efektif untuk menyampaikan pesan kepada tim Anda. Hal ini karena cerita akan diproses oleh bagian otak hipokampus, yang berperan untuk pembelajaran dan penyimpanan serta pengolahan memori jangka panjang.
Artinya, cerita yang Anda sampaikan akan mengendap lama di benak audiens, dibandingkan dengan kata-kata yang Anda ucapkan. Sebagai seorang leader, tentu ada pesan yang ingin Anda utarakan kepada tim dan diharapkan pesan ini diingat oleh mereka dan bertumbuh menjadi tindakan dan membuahkan hasil.
3 Jenis Cerita
Anda juga bisa membungkus pesan tersebut melalui cerita yang bervariatif, tidak membosankan. Ada tiga jenis cerita yang dapat Anda pilih untuk menyampaikan pesan-pesan penting:
1. Personal
Anda bisa menyampaikan cerita dari pengalaman-pengalaman Anda, yang ada kaitannya dengan poin yang ingin disampaikan. Contohnya, ketika Anda ingin mengatakan bahwa tantangan akan membantu orang untuk tumbuh dalam pemikiran, sikap, dan juga emosional. Anda dapat menceritakan pengalaman ketika meniti karier dari level bawah, kemudian melewati beberapa tantangan, dan hari ini bisa berhasil menjadi leader.
2. Other’s
Anda juga bisa menceritakan cerita pengalaman orang lain, yang ada hubungan dengan poin yang dibahas. Misalnya, Anda ingin menyampaikan poin mengenai tidak menyerah. Maka, bisa menceritakan beberapa tokoh yang mengalami tantangan dalam bekerja dan kehidupannya, namun karena tidak menyerah mereka bisa sukses.
3. Perumpamaan
Cerita jenis ketiga adalah perumpamaan, metafora, atau analogi. Contohnya, poin tidak menyerah yang Anda sampaikan dapat dibungkus dengan cerita mengenai sebuah benih yang ditanam. Ada ketidaknyamanan karena berada dalam tekanan di dalam tanah yang gelap dan di bawah, kemudian dia mulai bergerak melawan tekanan-tekanan itu dan mengeluarkan akar, batang, lalu tumbuh dan berbuah.
Tentunya, kemampuan ini perlu dilatih dan diasah, disertai dengan kehendak baik untuk tumbuh bersama! ***
