Menteri PU Dody Hanggodo Temui Erick Thohir, Bahas Proyek Ini
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menemui Menteri BUMN, Erick Thohir di kantornya, Jumat (15/11/2024), untuk membahas proyek-proyek yang akan digarap kedua kementerian guna mendukung Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan, Presiden Prabowo ingin mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi, dan hilirisasi. Namun, untuk bisa mewujudkan hal tersebut, pembangunan infrastruktur tetap harus digenjot.
"Nah, ketersediaan infrastruktur ini menjadi kunci kesuksesan swasembada energi, hilirisasi, dan pangan," kata Menteri BUMN, Erick Thohir dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (15/11/2024).
Baca Juga
Kemenkeu Catat Realisasi Setoran BUMN ke Kas Negara 92,8% dari Target
Erick menerangkan, jaringan infrastruktur yang memadai bisa menekan seluruh biaya logistik, baik di pelabuhan, bandara, jalan tol, maupun di kawasan-kawasan lainnya.
"Bahkan, tadi kami juga me-review kawasan-kawasan produksi, seperti kawasan ekonomi, termasuk lumbung pangan. Ini bisa menjadi sebuah pekerjaan yang maksimal di antara kami berdua (Kementerian BUMN dan Kementerian PU). Itu sih intinya," tutur Erick.
Sementara itu, Dody Hanggodo mengungkapkan, Kementerian PU telah menyusun program yang cepat menghasilkan (quick wins) di bidang infrastruktur. Pembangunan infrastruktur akan dilaksanakan secara sistematis dan terpadu guna mendukung program Asta Cita.
Quick wins program utama Presiden Prabowo, menurut Dody Hanggodo, mencakup dua hal. Pertama, mendukung ketahanan pangan. Kedua, mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun melaluipembangunan dan renovasi sekolah/madrasah di berbagai pelosok Tanah Air.
Baca Juga
Erick Thohir Perintahkan 8 BUMN Keroyokan Bantu Program Makan Siang Gratis
“Dukungan ketahanan pangan melalui pembangunan dan peresmian bendungan/waduk, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, serta pembangunan jalan dan jembatan untuk mendukung konektivitas menuju sentra pangan, termasuk Food Estate di Kalteng, Merauke Papua Selatan, NTT, dan lain-lain," ucap Dody.
Adapun untuk program Wajib Belajar 13 Tahun, Dody menargetkan pembangunan/renovasi sekolah untuk 11.420 unit, mulai dari TK sampai SMA/SMK/SLB serta madrasah.

