Komdigi Harap Transformasi Digital Bisa Berkontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi 8%
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengapresiasi temuan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mengenai hasil studi transformasi digital di Indonesia.
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyebutkan, hasil temuan ini akan menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya. Dia berharap, transformasi digital bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi 8% yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.
“Seperti yang kita ketahui kita punya target untuk pertumbuhan ekonomi 8% dan kita harapkan dengan proses transformasi digital maka digital economy kita bisa tumbuh dan dia bisa berkontribusi terhadap PDB Indonesia ke depan,” kata Nezar di The Tribrata Hotel, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Baca Juga
Menkomdigi Ungkap 3 Prinsip Transformasi Digital Pemerintahan Prabowo, Apa Saja?
Berdasarkan hasil temuan UNDP tersebut, didapatkan kesimpulan awal bahwa transformasi digital yang dapat dirasakan oleh semua (inklusif) adalah keharusan dan bukan lagi pilihan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
“Seperti yang kita sudah tekankan, kita hendak menajamkan apa yang hendak kita sebut sebagai meaningful connectivity, jadi konektivitas yang berdampak, dan transformasi digital berada dalam lanskap itu,” tegas Nezar.
Baca Juga
Transformasi Digital Jadi Kunci Ketahanan Usaha Pariwisata dan Ekraf Indonesia, Ini Alasannya
Sejalan dengan temuan UNDP di mana transformasi digital harus inklusif, Nezar pun berharap agar semua bisa ikut dalam satu proses perubahan yang fundamental, terutama perubahan ekosistem dalam ekonomi digital dan itu bisa merangkul UMKM, dan bisa membantu ekonomi rakyat.
“Selain itu kita juga bisa meminimalkan risiko-risiko dari transformasi digital termasuk bagaimana membangun satu informasi bertitegritas atau information integrity sehingga kita bisa menangani misinformasi, disinformasi, termasuk juga konten-konten negatif yang lain yang memberikan dampak buruk bagi masyarakat,” ujar dia.

