Menko AHY Sebut Kebocoran Anggaran Proyek Infrastruktur Karena Dua Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, ada dua faktor penyebab kebocoran anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dalam proyek pembangunan infrastruktur.
Pertama, menurut AHY, ada beberapa oknum yang memiliki niat untuk menggelembungkan atau mark-up anggaran proyek, dalam hal ini infrastruktur. Ia menegaskan, tindakan itu harus dicegah karena dana pembangunan infrastruktur bersumber dari uang rakyat.
“Tidak boleh ada uang rakyat yang disalahgunakan, diselewengkan untuk tujuan pribadi maupun yang lain-lain,” kata AHY di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2024).
Baca Juga
Prabowo Minta Wiranto, Dudung, dan AHY Nyanyi di Acara GSN: Sekali-kali Mereka Menghibur
Kedua, lanjut AHY, adalah terjadinya inefisiensi dalam proyek infrastruktur. Di mana, anggaran yang digelontorkan untuk membangun infrastruktur ternyata tidak sesuai dengan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.
Alhasil, AHY menggarisbawahi, pembangunan infrastruktur harus memiliki perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.
“Ini memang tidak mudah, pasti masyarakat berharap ‘tolong dibangun ini pak, dibangun itu pak.’ Tapi harus dihitung dengan baik kalau kita membangun sesuatu di tempat yang tadi diharapkan, karena biayanya juga tidak murah,” imbuh AHY.
Baca Juga
AHY juga menuturkan, perencanaan pembangunan infrastruktur termasuk soal anggaran harus dilakukan efisien. Apalagi adanya keterbatasan APBN.
“Ini juga yang ditekankan Pak Presiden Prabowo, cegah kebocoran APBN, juga cegah terjadinya inefisiensi. Di sini lah urgensi dari Kemenko Infrastruktur untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan segala upaya untuk menghadirkan infrastruktur yang bagus,” tutup dia.

