Penumpang Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Gak Worth It, Apa Alasannya?
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu penumpang Kereta Cepat Whoosh bernama Safira mengaku senang atas kehadiran kereta cepat pertama di Indonesia. Namun, ia menilai harga tiket kurang sepadan dengan waktu yang dihabiskan selama perjalanan.
Pasanya, menurut Safira yang bertempat tinggal di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, ongkos menuju Stasiun Kereta Cepat yang terletak di Halim, Jakarta Timur, cukup mahal.
“Nah kalau aku ke sini itu harus naik grab dulu (ke Stasiun Kereta Cepat Halim) dan itu jatuhnya lebih mahal dan lebih lama,” ucap Safira kepada investortrust.id, Senin (30/10/2023).
Ia kemudian membandingkan biaya yang dikeluarkan jika menggunakan sarana transportasi lain seperti travel. Dengan harga Rp 175 ribu, Safira sudah bisa berangkat dari BSD sampai Bandung dengan bus premium. Waktu yang ditempuh sekitar 3 jam.
Baca Juga
Animo Masyarakat Meningkat, Tiket Kereta Cepat Whoosh Terjual 124 Ribu
Kendati demikian, karena saat ini masih berlaku diskon tiket setengah harga menjadi Rp 150 ribu, ia menilai masih layak. Namun, jika harga tiket sudah kembali normal, yakni Rp 300 ribu, Safira mengaku akan mempertimbangkan kembali untuk menggunakan kereta cepat.
“Tapi karena ini masih masa trial, terus masih setengah harga, why not sih. Ketika normal kayaknya masih mikir-mikir sih karena itu, waktu dan uangnya lebih banyak saja sih,” ungkapnya.
Namun pandangan yang berbeda soal harga tiket kereta cepat Whoosh diungkapkan oleh penumpang bernama Sarah. Ia menilai, tarif sebesar Rp 150 ribu atau normal Rp 300 ribu masih layak untuk transportasi ke Bandung dengan durasi yang singkat.
“Karena masih promo worth sih, kalau untuk Rp 300 ribu ke Bandung sih kayaknya masih worth it. Sensasinya kan beda, lebih cepat juga kan,” ujar Sarah. (CR-9)
Baca Juga
