RI-China Kolaborasi Perkuat Industri Metalurgi
JAKARTA, investortrust.id - Dalam upaya memperkuat sektor energi baru dan industri metalurgi di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalin kerja sama strategis dengan grup perusahaan besar China yang bergerak di industri pengolahan nikel dari hulu sampai hilir, CNGR, dan universitas terkemuka di bidang teknik metalurgi, Central South University.
Kolaborasi tripartit ini melahirkan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang berfokus pada teknik metalurgi dan teknologi material. Program ini akan dilaksanakan di kampus Central South University, China, yang memiliki reputasi kuat dalam bidang teknik material.
Sejumlah profesional terpilih dari Indonesia akan mengikuti pelatihan intensif, sehingga diharapkan dapat kembali ke Tanah Air dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni untuk mendukung pengembangan industri dalam negeri.
Baca Juga
Boy Thohir Ungkap Progress Rencana 16 Pengusaha Tambang Bangun Taman Hiburan di IKN
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi tripartit yang sangat representatif.
“Kerja sama ini akan menjadi model kolaborasi antara Indonesia dan China di bidang industri, akademisi, dan riset. Dan kemitraan ini akan membuka peluang lebih luas untuk memajukan industri energi baru di kedua negara, sekaligus berkontribusi bagi pengembangan industri global,” kata Prahoro dalam keterangannya, Kamis (24/10/2024).
Berdasarkan kesepakatan kerja sama, program pelatihan ini akan berlangsung selama tiga tahun, menggabungkan studi teoritis dengan pelatihan praktis di industri. Program ini dirancang untuk melatih tenaga teknis, insinyur dari Kementerian ESDM Indonesia, serta karyawan CNGR asal Indonesia.
Baca Juga
Ketiga pihak akan memanfaatkan keunggulan masing-masing dalam mengembangkan talenta berkualitas tinggi di bidang teknik material dan kimia, dengan fokus pada teknik metalurgi.
“Ini meningkatkan kerja sama industri antara Indonesia dan negara tetangga. Ke depan, kita akan kerja sama untuk menciptakan jalur pembangunan yang hijau, efisien, dan berkelanjutan, serta berkontribusi dalam membangun masa depan bersama bagi umat manusia,” ujar Prahoro.
Sementara itu, Ketua dan CEO CNGR, Deng Weiming menekankan, program ini sebagai bagian dari inisiatif Belt and Road, yang telah dimulai jangkauannya di seluruh dunia sejak 2021.
Sebagai informasi, tiga dari empat lokasi produksi bahan baku yang CNGR bangun di Indonesia sudah beroperasi. Selain itu, CNGR menjadi yang pertama di dunia dalam mengindustrialisasi proses peleburan bijih nikel laterit yang menggunakan proses oxygen enriched side blowing.

