Tanggapi soal Kerja Paksa di Industri Nikel, Bahlil: Itu Black Campaign
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberi tanggapan soal tudingan terjadinya kerja paksa di industri nikel Indonesia. Menurutnya, itu hanya black campaign yang dilakukan asing untuk merusak reputasi Indonesia.
“Gak ada kerja paksa. Saya kan setiap bulan, waktu saya di Menteri Investasi kan turun ke lokasi. Ini hanya black campaign saja kok. Ini geopolitik,” kata Bahlil saat ditemui di Kempinski Hotel, Jakarta, Kamis (10/10/2024) malam WIB.
Bahlil menilai banyak negara lain yang merasa lebih hebat dari Indonesia, namun pada kenyataannya tidak demikian. Dia menegaskan bahwa Indonesia harus tetap berada di jalur dengan berbagai program seperti hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Bahlil Akui Pernah ‘Disentil’ Jusuf Kalla Perkara Hilirisasi Nikel
“Di negara luar itu, yang merasa semua paling hebat itu, mohon maaf, mereka bukan lebih baik daripada kita. Yakinlah bahwa Indonesia ke depan akan menjadi negara yang baik, dengan pendapatan per kapita tinggi, GDP tinggi, dan kita mampu menjadi negara nomor 10 terbaik dalam GDP,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan laporan Asia Times, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) memasukkan nikel Indonesia ke daftar produk yang dibuat menggunakan kerja paksa.
Baca Juga
Bahlil Ungkap ‘Setan’ yang Ganggu Hilirisasi Nikel RI, Siapa Dia?
Laporan tersebut menyebutkan industri nikel di Indonesia tidak memiliki landasan hukum atau peraturan langsung. Informasi ini didapat oleh AS dari liputan pers dan berbagai laporan oleh LSM tentang kondisi kerja di pabrik peleburan nikel yang terkonsentrasi di Sulawesi dan Maluku, Indonesia Timur.

