Anggota DPR Panggah Susanto Soroti Persoalan yang Hambat Hilirisasi Sawit
JAKARTA, investortrust.id - Anggota DPR Panggah Susanto menekankan pentingnya optimalisasi potensi sawit hingga menjadi kekuatan perekonomian nasional melalui hilirisasi. Meski demikian, Panggah menyoroti tiga persoalan yang perlu diselesaikan sebelum memaksimalkan hilirisasi sawit.
Hal ini dikatakan anggota DPR dari Dapil Jateng VI tersebut saat menjadi penanggap dalam diskusi peluncuran buku Saleh Husin berjudul Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income Trap di Gedung Pusat Industri Digital 4.0, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
“Karena hilirisasi adalah artinya memaksimalkan nilai tambah dari resource yang ada di Indonesia ini,” terang Panggah.
Pertama, Panggah meminta kepada pemerintah untuk menyelesaikan dispute mengenai kewenangan CPO. Menurutnya, hal yang terus menjadi permasalahan adalah adanya konflik mengenai CPO yang menjadi kewenangan dari perindustrian atau kewenangan dari pertanian.
Baca Juga
Hilirisasi Sawit Berkontribusi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga 2%
Kedua, masih terdapat permasalahan lahan sawit ilegal yang legalitasnya masih belum terselesaikan, sehingga menjadi tantangan dalam industri sawit Indonesia.
“Ini kan banyak penyerobotan-penyerobotan lahan yang sampai saat ini legalitasnya ini belum diselesaikan sehingga muncullah ada pengolahan CPO tetapi tidak punya lahan. Nah, ini kan harus diselesaikan,” ujar anggota Komisi IV DPR 2019-2024 tersebut.
Ketiga, perlunya pendataan yang akurat mengenai perindustrian pengolahan CPO seperti negara Malaysia.
Baca Juga
“Malaysia itu sudah punya data real-time itu Pak. Tangki-tangki itu semua didata dan harus melaporkan stok yang ada di tangki-tangki itu secara real-time. Nah kita masih jauh ini. Nah ini juga harus diselesaikan,” tegasnya.
Harapannya, dengan penerapan pendataan tersebut agar proses hilirisasi dapat berjalan untuk memaksimalkan potensi sawit di Indonesia.
“Hilirisasi yaitu pekerjaan berikut-berikutnya yang harus secara konsisten kita itu menyadari bahwa jangan berubah-ubah dan terus berjalan. Ini bukan sesuatu yang sulit yakin saya. Asal itu semuanya itu sudah rapi semuanya,” paparnya.
Diketahui, Menteri Perindustrian periode 2014-2016 Saleh Husin meluncurkan buku bertajuk Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income Trap yang menyatakan pentingnya peran hilirisasi dan diversifikasi produk turunan kelapa sawit untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Saleh Husin menyatakan kelapa sawit merupakan produk unggulan yang dimiliki Indonesia, karena nilai ekspor sawit bisa mencapai US$ 30 miliar sehingga dapat menguasai pasar global.
"Tidak ada satu pun produk Indonesia, hanya ada satu yaitu produk dari sawit yang menguasai pasar dunia," ujarnya dalam Book Launch Seminar: Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income Trap, di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Baca Juga
Buku ‘Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income-Trap’ Dirilis, Ini Pentingnya Sawit Bagi Indonesia
Komoditas tersebut juga mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang cukup besar, baik langsung maupun tidak langsung hingga sekitar 17 juta orang. Saleh menyatakan dengan melakukan hilirisasi kelapa sawit dapat membantu Indonesia keluar dari middle income trap.
Untuk itu, buku Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income Trap turut menjelaskan saran-saran pengembangan sawit agar tidak diekspor mentah saja. Melainkan diolah di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah yang besar.

