Menperin: Kelapa Sawit Jadi Tiket Indonesia Terbang Keluar dari Middle Income Trap
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan bahwa kelapa sawit merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada Indonesia dan merupakan tiket bagi Indonesia untuk terbang tinggi dan maju keluar dari middle income trap.
Oleh sebab itu, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang menjelaskan diperlukan strategi hilirisasi kelapa sawit dari hulu ke hilir yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Kelapa sawit yang termasuk dalam industri agro merupakan salah satu dari 10 industri prioritas yang ditetapkan oleh Kemenperin.
Menurut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Indonesia optimistis mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi nasional level 6-8%, sehingga diharapkan Indonesia bisa keluar dari Middle Income Trap. Adapun, hilirisasi merupakan proses pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi, yang merupakan kunci untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
ESDM Tegaskan Pengembangan B40 ke Atas Tak Boleh Ganggu Sektor Pangan
“Dalam konteks upaya kita untuk melepaskan Indonesia dari middle income trap, maka strategi hilirisasi menjadi sangat penting dan sangat relevan, khususnya di sektor kelapa sawit, karena sektor kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan utama kita atau strength dari industri nasional. Selain itu, hilirisasi yang terjadi di sektor kelapa sawit ini merupakan suksesor yang luar biasa yang nanti juga akan saya sampaikan datanya berkaitan dengan kesuksesan dari hilirisasi sektor kelapa sawit,” terang Agus dalam acara Book Launch Seminar: Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income Trap, di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Lebih lanjut, Agus menyatakan bahwa hingga saat ini, produk hilirisasi dari turunan sawit telah mencapai 200 jenis turunan. Atau naik dari pada tahun 2011 yang tercatat hanya ada 48 jenis produk turunan kelapa sawit. “Dan pada tahun lalu, tercatat 193 jenis turunan,” terangnya.
Baca Juga
Gunakan B40 Selama 2 Bulan, KA Bogowonto Tak Miliki Kendala Apa pun
Tak hanya itu, Pemerintah juga telah berhasil mengimplementasikan B30 sebagai salah satu produk hilirisasi dari kelapa sawit. Saat ini, lanjut Agus, Kemenperin tengah mengupayakan pengimplementasian B40. Bahkan, ia juga membuka peluang bahwa di masa depan, bisa saja diimplementasikan varian bahan bakar B100.
“Kenapa tidak, suatu hari mungkin saja kita bisa mengimplementasikan B100 yang akan jauh lebih ramah dari jauh lebih ramah untuk lingkungan kita. Jadi ini meningkatkan kompleksitas dari hilirisasi atau turunan produk-produk kelapa sawit nasional sangat signifikan,” pungkasnya.
Sebagai catatan, Middle Income Trap merupakan suatu kondisi dimana suatu negara mengalami kesulitan untuk dapat bertransisi menjadi negara yang berpendapatan dari negara yang berpendapatan menengah menjadi negara yang berpendapatan tinggi. (CR-4)

