Pinhome Ungkap Tren Sewa di Indonesia akan Selalu Bertumbuh Seiring dengan Perkembangan Populasi dan Pertumbuhan Usia Produktif
JAKARTA, investortrust.id - Pionir end to end property tech platform di Indonesia, Pinhome menyampaikan bahwa tren sewa di Indonesia akan terus bertumbuh sering dengan perkembangan populasi dan pertumbuhan orang di usia produktif. Terlebih, sewa rumah merupakan alternatif bagi generasi sandwich.
Founder dan CEO Pinhome Dayu Dara Permata mengungkapkan, sewa rumah di kuartal II 2024 naik sebesar 26%. Menurut Dara, hal tersebut terjadi karena adanya kenaikan suku bunga yang menyebabkan penurunan pembelian properti dan penurunan pengajuan KPR.
Hal itu diungkapkan Dara dalam acara Konferensi Pers Peluncuran Laporan “Langkah Generasi Sandwich Menuju Kepemilikan Properti” di Rumah Wijaya, Jakarta, Selasa (8/10/2024).
"Dan ini sewa ini naiknya bukan hanya di urban area saja, tapi malah ternyata sangat populer di sub-urban, seperti di Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor. Inventori rumah sewa naik di Kota Bogor 19% secara kuartalan, dan 36% di Kabupaten Bekasi secara kuartalan," ujar Dara.
Dara menjelaskan, meningkatnya inventori menyebabkan harga sewa cenderung bisa lebih turun, karena berarti banyak opsi bagi calon penyewa untuk memilih, sehingga juga pemilik properti sewa juga lebih terbuka untuk melakukan negosiasi.
"Terlihat ada sedikit penurunan harga sewa 3%-5% di Bogor dan Bekasi," ungkap Dara.
Lebih lanjut, Dara menyebut, tipe rumah sewa favorit adalah tipe rumah sewa favorit menengah atau tipe 55-120.
"Tipe 55 berarti bangunan 55 meter persegi, dan tipe 120, bangunan 120 meter persegi, ini kamarnya cenderungnya 3 atau bisa lebih dari 3. Nah ini menarik, apakah jangan-jangan ini menyewa untuk seluruh keluarga, atau untuk tidak hanya sendiri-sendiri. Jadi ya barangkali udah punya anak mungkin, tapi juga barangkali orang tua juga bersama," jelas Dara.
Di sisi lain, untuk tren sewa apartemen, Dara membeberkan bahwa pencarian apartemen sewa di Jakarta meningkat sebesar 14%. Meski sempat mengalami penurunan okupansi pada saat Covid-19, Dara menyebut, saat ini sudah mulai bergerak naik setelah recovery post Covid-19.
"Pertumbuhan di Jakarta sewa apartemen 1,8 kali lebih cepat dibandingkan Bekasi Raya, mungkin juga karena suplainya di Jakarta lebih banyak. Di Tangerang malah turun 23%, nah ini yang menarik adalah penurunan penyewa di Tangerang. Entah karena barangkali di Tangerang sendiri lebih banyak lagi rumah tapak yang menjadi kompetitor atau opsi lain yang diminati oleh penyewa," kata Dara.

