Pemerintah Klaim Harga Beras Sudah Turun, Pedagang Bilang Terus Naik
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah mengklaim harga beras sudah turun. Namun, pedagang bilang harga beras terus naik.
Saat wartawan Investortrust.id turun ke lapangan dan melakukan wawancara dengan berbagai narasumber pada 20 Oktober 2023, keterangan yang diberikan pun berbeda-beda.
Direktur Utama (Dirut) PT Food Staton Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengklaim kalau harga beras medium yang selama ini menjadi indikator terus berangsur turun, sejak mencapai level tertinggi pada 16 September lalu sebesar Rp 12.600 per kilogram. Harga beras yang paling banyak dikonsumsi masyarakat tersebut kini menjadi rata-rata Rp 10.996 per kilogram. Food Staton Tjipinang Jaya merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta.
“Penurunan harga beras medium merupakan tren yang positif, karena sudah menyentuh di bawah level Rp 11.000 per kg. Dengan tren penurunan di PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang) ini, diharapkan dapat memberikan dampak turunnya harga di tingkat pengecer secara gradual,” ujar Pamrihadi saat dikonfirmasi Investortrust.id.
Baca Juga
Ikut Panen di Indramayu, Presiden Pastikan Produksi Padi Baik
Lalu, bagaimana kenyataan yang terjadi di lapangan soal harga pangan pokok masyarakat Indonesia ini? Ketika meninjau langsung ke PIBC, Jakarta Timur, pedagang mengatakan sebaliknya.
Pedagang di pasar yang menjadi referensi perdagangan beras di Tanah Air itu memaparkan harga beras medium masih naik. Pedagang bernama Yono menyebut harga beras medium kategori IR masih naik signifikan, yakni dari Rp 11.000 per kg menjadi sekitar Rp 13.000 atau mencapai 15% lebih.
Baca Juga
Tidak Hanya Banten, Bulog Sebut Penyimpangan Distribusi Beras Terjadi di Seluruh Indonesia
“Kalau sebulan terakhir lumayan drastis loh, apalagi yang kaya IR. IR itu semula paling mahal Rp 11.000 per kg yang medium, sekarang sampai Rp 13.000 lebih. Kalau yang premium mah lebih mahal, sudah Rp 14.000-an,“ beber Yono. (CR-9)

