Pemprov Bali Sebut Kondisi Pariwisata Masih dalam Pemulihan, Ini Indikatornya
JAKARTA, Investortrust.id - Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Nyoman Candrawati mengatakan kondisi pariwisata di Bali masih dalam pemulihan. Meski terjadi peningkatan jumlah wisatawan ke Bali, dia menyebut kunjungan tersebut belum sepenuhnya pulih.
“Kita sebenarnya masih dalam proses recovery. Belum recover,” kata Ida, saat menghadiri webinar “Bola Panas Kenaikan Pajak Hiburan” yang digelar investortrust.id, Rabu (31/1/2024).
Ida mengatakan indikator dari belum pulihnya sektor pariwisata Bali dapat terlihat dari kunjungan wisatawan. Untuk wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Pulau Dewata mencapai 5,2 juta orang pada 2023. Angka ini melewati target wisman pada 2023 yaitu 4,5 juta orang.
Baca Juga
Ini Jurus Pemprov Bali untuk Menyiasati Kenaikan Pajak Hiburan
“Namun demikian, kita belum mencapai jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di 2019 yang mencapai 6,2 juta orang,” kata dia.
Sementara itu, untuk wisatawan nusantara (wisnus), Ida menyebut pemulihan juga belum sepenuhnya terjadi. Pada 2023, Ida mencatat terjadi pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 9,8 juta orang dari target 7 juta orang.
“Tetapi kelihatannya belum benar-benar pulih seperti di tahun 2019, yang saat itu mencapai 10,5 juta (orang)” ujar dia.
Kabar baiknya, pariwisata Bali sudah mulai bergejolak lagi pada 2023. Ini terlihat dari mulai diberikannya visa on arrival untuk 97 negara.
“Maskapai penerbangan juga mulai melakukan penerbangan ke Bali. Sekitar 37 maskapai dengan penumpang sebanyak 13 ribu hingga 15 ribu per hari. Cukup membahagiakan bagi kita di Bali dan Indonesia,” ucap dia.
Dari angka tersebut, Ida menyebut tingkat rata-rata hunian kamar di Bali pada November 2023 mencapai 54,89%. Dia mengatakan secara realita tingkat hunian di Bali rata-rata tingkat hunian kamar itu sudah 89-90%.
“Length of stay belum benar-benar pulih. Kalau dari data statistik sekitar 2,48 hari,” kata dia.

