Bertemu Pelaku Industri Kakao Internasional Mendag Zulhas Bicara Soal Tantangan dan Kesejahteraan Petani
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyatakan Indonesia berkomitmen mendukung pertumbuhan industri kakao dan cokelat di Indonesia. Ini menjadi salah satu program andalan pemerintahan mendatang dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Untuk itu, Indonesia memerlukan dukungan dan kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk dengan pelaku industri yang tergabung dalam Cocoa Association of Asia (CAA) dalam mengatasi tantangan di sektor kakao.
Hal ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat bertemu pelaku usaha kakao internasional di Singapura. Pertemuan dilakukan di sela Cocoa Association of Asia-International Cocoa Conference Exhibition (CAA-ICCE) 2024 di Raffles City Convention Center, Singapura.
“Melalui industri kakao, pemerintah ingin mengangkat daya beli masyarakat. Ini salah satu program andalan Pemerintah mendatang dalam meningkatkan meningkatkan kesejahteraan petani kakao,” ujar Mendag Zulhas dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/9/2024).
Baca Juga
Proyeksi Sumber Ekonomi Baru, Menteri Teten Dorong Hilirisasi Produk Kakao
Mendag Zulhas mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu penghasil biji kakao dan produk kakao di dunia. Untuk itu, Indonesia berkepentingan dalam merespons isu terkait industri kakao, khususnya produksi kakao global yang berkelanjutan.
Salah satunya, menurut Zulhas adalah terkait penurunan produksi biji kakao yang disebabkan oleh penuaan tanaman, penyakit dan hama, serta perubahan iklim.
“Indonesia ingin memastikan penerapan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab guna mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku industri. Untuk itu, pemerintah mendukung penggunaan bibit kakao varietas unggul, bimbingan teknis, pelatihan bagi individu yang terlibat dalam produksi kakao, serta kelengkapan peralatan dan infrastruktur," ungkap Ketua Umum PAN ini.
Baca Juga
Indonesia Produsen Kakao Terbesar Ketiga, Produksi 700 Ribu Ton
Mendag Zulkifli Hasan melanjutkan, upaya yang dilakukan pemerintah tersebut menjadi peluang industri cokelat artisan di Indonesia untuk semakin berkembang dan merambah pasar global. Industri cokelat artisan Indonesia terdiri atas 39 artisan dengan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Industri cokelat artisan Indonesia mampu memproduksi coklat berkualitas tinggi dan premium yang menonjolkan asal-usul tunggal, cita rasa yang khas, serta kualitas premium dengan target konsumen khusus.
“Diharapkan kolaborasi dengan seluruh pihak, baik petani, swasta, maupun pemerintah dapat terus dilakukan untuk mendukung perkembangan sektor kakao. Di sisi lain, pelaku usaha diharapkan dapat dengan jeli melihat peluang pasar dan berinvestasi di Asia, termasuk Indonesia, dalam rangka hilirisasi produk kakao,” kata Zulhas.

