RI Mau Bikin Cadangan Penyangga Energi, Sumbernya dari Impor
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan aturan terkait Cadangan Penyangga Energi (CPE). Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 96 Tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE).
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto mengatakan, CPE ini dibutuhkan untuk menjaga ketahanan energi nasional. Adapun sumber CPE yang meliputi minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG ini nantinya akan berasal dari impor.
“Itu volume impor. Kenapa? Kalau (produksi energi) dalam negeri kan sudah terserap 100%, terus juga sudah ada cadangan operasional kan,” kata Djoko Siswanto saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (11/9/2024).
Baca Juga
Pemerintah Terbitkan Perpres untuk Jamin Ketahanan Energi Nasional
Djoko menjelaskan, dengan adanya CPE ini, maka negara sudah memiliki kesiapan jika suatu saat terjadi krisis yang menyebabkan sulitnya mendapatkan minyak dan gas seperti beberapa waktu lalu ketika memanasnya perang Rusia-Ukraina dan konflik di Timur Tengah.
“Kalau mereka gak mau kirim ke kita tiga jenis itu, kan kita kewalahan. Tapi kalau kita punya sejumlah volume impor 30 hari itu, mau terjadi perang, mau mereka menaikkan harga dan lain-lain, kita masih punya (cadangan). Dan juga sebagai alat untuk kita bergaining power,” jelas dia.
Diungkapkan oleh Djoko bahwa pada saat memanasnya geopolitik beberapa waktu lalu, Indonesia tidak memiliki pilihan untuk membeli energi dari luar negeri dengan harga yang tinggi. Sebab, Indonesia sangat membutuhkan impor LPG yang mencapai hampir 80%.
Baca Juga
Indonesia – Afrika Forum 2024: Komitmen Pertamina Tingkatkan Ketahanan Energi
“Ketika harga naik dari US$ 600 sampai US$ 1.400, kita gak punya pilihan, kita beli. Kalau tidak, terjadi kelangkaan kan? Nah ini kan bahaya kalau kita gak punya cadangan penyangga energi. Tapi kalau kita punya cadangan, mereka naikkan harga, kita pakai ini,” terang pria yang akrab disapa Djoksis itu.
Menurutnya, langkah Indonesia membuat CPE ini sangat strategis. Apalagi, disebutkan olehnya sudah banyak negara yang memiliki cadangan penyangga energi seperti ini.
“Kita gak punya. Alhamdulillah sekarang nih kita sudah punya. Sejak Indonesia merdeka, baru sekarang nih kita punya regulasinya, tinggal kita implementasikannya gitu,” ujar Djoksis.

