Roy Sembel Harap Pemerintahan Prabowo Lakukan Pemetaan Potensi Daerah, Begini Tujuannya
JAKARTA, investortrust.id – Guru Besar Institut Pengembangan Management Indonesia (IPMI) International Business School Roy Sembel mengatakan, pemetaan potensi daerah akan berperan penting bagi pemerintahan baru yang dipimpin Prabowo Subianto, dalam menjalankan program penyaluran bantuan daerah, sekaligus mendorong perekonomian nasional.
Menurut dia, kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, sangat penting dilakukan untuk membuat pemetaan kebutuhan yang menyesuaikan potensi masing-masing daerah di Indonesia.
“Setelah ada mapping, baru bantuan disalurkan berdasarkan potensi daerahnya, sehingga bantuannya tidak gebyah uyah (sama-ratakan), sudah semuanya (dibagi sesuai pemetaan),” ujar Roy kepada Investortrust.id, Rabu (11/9/2024).
Dia menambahkan, pemerintah juga harus membangun ekosistem bisnis atau klaster-klaster yang disesuaikan dengan potensi daerah bersangkutan. Pemetaan dimaksud, saran dia, dilakukan pada level kota atau kabupaten yang jumlahnya hampir 500.
“Setelah itu, baru alokasi bantuannya adalah berdasarkan mapping,” imbuh Roy.
Baca Juga
Prabowo Subianto Bertemu Sri Mulyani, Ada Tawaran Jadi Menkeu Lagi?
Sedangkan saat ini pemerintah menerapkan penyaluran dana desa yang sama kepada setiap daerah. Praktik ini kata Roy, justru menjadi kelemahan pertama dari penyaluran dana yang tidak tepat sasaran karena tidak memiliki spesifikasi potensi dari masing-masing wilayah.
Tidak adanya pemetaan tersebut, membuat pemerintah daerah tidak bersiap dengan tidak membangun ekosistem bisnis yang benar-benar spesifik terhadap potensi wilayah tersebut.
Sedangkan dari level nasional, Roy mengingatkan bahwa pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemerintah sudah memiliki rencana induk atau master plan. Perencanaan ini dinilai sebagai langkah yang bagus namun masih harus dilengkapi potensi spesifik pada masing-masing daerah penerima dana desa.
Pemerintahan yang dipimpin SBY kala itu telah menyusun Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Ini merupakan arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia untuk periode 15 tahun terhitung sejak 2011 sampai 2025.
“Sebenarnya kalau kita lihat dari kita punya SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) analysis, strength-nya kita masih banyak,” ucap Roy.
Contoh kekuatan yang Indonesia punya, dia sebut, salah satunya adalah pariwisata. Program pemerintah dalam mengembangkan 10 daerah pariwisata utama juga dinilai sudah tepat, namun masih butuh fokus pengembangan prioritasnya.
Baca Juga
Prabowo Ingin Kembangkan B50 hingga B100, Kementerian ESDM Ungkap PR Besarnya
“Kalau sekarang kan malah dikurangi dana untuk kementerian pariwisatanya,” ujar Roy.
Padahal, dia menekankan, pariwisata adalah sumber devisa yang tidak bisa disubstitusi oleh negara lain. Tidak seperti sumber devisa dari ekspor yang memiliki substitusi.
Menurut Roy, Indonesia harusnya bisa seperti Thailand yang mampu mempertahankan nilai tukar mata uangnya meski pertumbuhan ekonomi mereka hanya separuh dari Indonesia.
“Pariwisatanya Thailand itu 3-4 kali lipat dari Indonesia. Jadi Thailand bisa segitu, kenapa kita enggak bisa? Itu salah satu yang bisa dikembangkan,” jelasnya.
Hal lain yang bisa dikembangkan dari Indonesia adalah keanekaragaman sumber daya alam. Faktor ini bahkan telah membuat peneliti-peneliti Skandinavia datang ke Indonesia untuk membangun pusat riset.
Roy mengungkapkan, pemerintah seharusnya bisa memanfaatkan hal tersebut dengan mengembangkan ekosistem komersial untuk riset dan teknologi yang berkaitan pengembangan biodiversity.
“Karena mereka (Skandinavia) melihat di biodiversity di Indonesia itu besar sekali. Ini dikembangkan jadi suatu bisnis yang bisa mendunia,” tegas Roy.
Keanekaragaman sumber daya dimaksud, meliputi sumber daya alam dari darat maupun laut. Dari laut saja, Indonesia dipastikan memiliki ekonomi biru (blue economy) yang sangat kaya.
“Jadi dengan dikembangkannya itu maka seharusnya itu salah satu yang enggak bisa disaingi oleh negara lain,” tambah Roy.
Dia kembali menekankan bahwa pemerintahan baru, harus mampu fokus pada kompetensi Indonesia yang menguntungan, yang hanya dimiliki negara ini dan tidak bisa tersaingi.
Pemerintah bisa membangun industri yang bersangkutan karena industrialisasi sangatlah penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. “Bisa juga didukung dengan AI (artificial intelligence/AI) dan sebagainya. Tetapi yang utamanya itu industrialisasi,” tutup Roy. (CR-10)

