Lepas Ekspor Margarin Rp 947 Juta, Mendag Zulhas: Pemerintah Dukung Pengolahan Produk Mentah
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebutkan, pemerintah terus mendorog ekspor produk Indonesia yang bernilai tambah. Dengan produk bernilai tambah, perekonomian semakin maju dan Indonesia siap menjadi negara maju pada 2045.
Hal ini disampaikan menteri yang akrab disapa Zulhas ini saat melepas ekspor produk margarin (palm fat) di Lampung Selatan, Lampung. Produk yang diekspor merupakan produk margarin PT Domus Jaya untuk periode September 2024 dengan tujuan Yunani senilai US$ 61,70 ribu atau sekitar Rp 947 juta.
Selain itu, menurut Mendag Zulhas dalam waktu dekat, PT Domus Jaya juga akan melakukan ekspor untuk produk serupa ke Kroasia senilai US$ 82,26 ribu atau setara dengan Rp 1,26 miliar.
Baca Juga
Serapan Anggaran Kemendag Capai Rp 1,13 Triliun per Akhir Agustus 2024
“Kita harus mengolah barang mentah kita menjadi barang jadi. Pengolahan kelapa sawit menjadi berbagai produk olahan siap saji seperti margarin, memiliki nilai tambah dari sekedar dalam bentuk mentah. Pemerintah mendukung ekspor produk yang memiliki nilai tambah,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/9/2024).
Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, pemerintah bertugas untuk menyiapkan regulasi yang jelas bagi pelaku usaha. Regulasi ini bertujuan untuk mendukung agar dunia usaha dapat berjalan optimal sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat dan negara.
Baca Juga
Harga Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar Turun, Kemendag Ungkap Penyebabnya
“Pemerintah bertugas agar perusahaan bisa maju dan mendapatkan keuntungan. Jika perusahaan mendapatkan keuntungan, maka negara akan menerima pajak dan dapat membuka lapangan pekerjaan,” tambah Mendag.
Dalam empat tahun terakhir (2019-2023), ekspor produk palm fat Indonesia dengan kode HS 15179043 mengalami tren positif dengan rata-rata peningkatan sebesar 38,04% per tahun.
Negara utama tujuan ekspor komoditas ini antara lain Tiongkok, Nigeria, Aljazair, Amerika Serikat, dan Vietnam. Turut hadir pada kegiatan ini, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Moga Simatupang.

