Kebijakan Baru soal Insentif Jadi Sinyal Positif Perbaikan Investasi Hulu Migas
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merumuskan sejumlah kebijakan baru sebagai upaya untuk meningkatkan lifting maupun produksi minyak dan gas bumi (migas).
Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto memandang ini sebagai sinyal positif perbaikan investasi di sektor hulu migas. Sebab, peningkatan produksi dari proyek baru maupun dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar akan dikawal dan didukung penuh.
Beberapa kebijakan yang baru saja terbit seperti Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 13 Tahun 2024 tentang Kontrak Bagi Hasil Migas Gross Split yang baru, dinilai akan mendorong iklim investasi migas lebih positif.
Baca Juga
Ini Strategi Pemerintah Tingkatkan Produksi Migas di Tahun 2025
"Ini perbaikan dari kontrak bagi hasil migas gross split yang lama, sesuai masukan dari stakeholder juga. Di samping itu, juga ada fleksibilitas kontrak skema gross split ke cost recovery di mana beberapa blok migas saat ini sedang berproses untuk beralih dari skema gross split ke cost recovery,” ujar Ariana dalam keterangan resminya, Senin (2/9/2024).
Selain itu, Kementerian ESDM juga menyiapkan insentif hulu migas yang dapat memperbaiki keekonomian kontraktor agar lebih optimal, berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 199 Tahun 2021. Adapun lelang blok migas baru, sekarang jauh lebih menarik.
Baca Juga
Menteri BUMN Angkat Bicara soal Subsidi Tarif KRL Berdasarkan NIK
“Bagi hasil migas untuk kontraktor saat ini bisa mencapai 50%. Dahulu hanya 15-30% saja,” terang Ariana.
Terkait strategi jangka menengah utamanya eksplorasi migas, dari 5 blok migas yang dilelang tahun 2024 tahap 1 pada bulan Mei 2024 lalu, sebanyak 3 blok penawaran langsung telah selesai evaluasi dan siap diumumkan. Sedangkan 2 blok sisanya yaitu lelang reguler masih dalam proses lelang.
"Selain itu, untuk lelang tahap 2024 tahap 2 juga nanti akan ada minimal 5 blok. Saat ini joint study eksplorasi migas sedang berjalan lebih dari 20 area termasuk di 5 fokus area Indonesia Timur. Nantinya area-area tersebut akan dilelang menjadi blok migas,” sebut Ariana.

