Pakar Sebut Kota Baru IKN Akan Hadapi Sejumlah Tantangan, Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id – Research Director INDEF, Berly Martawardaya menyampaikan, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menjadi kota sepi, seperti sejumlah Ibu Kota baru di beberapa negara, yaitu Putrajaya di Malaysia, Canberra di Australia atau Washington DC di Amerika Serikat jika hanya berfungsi sebagai pusat administrasi negara.
“Target 2025 ada 1,9 juta yang akan tinggal di (IKN) sana, Putrajaya sampai sekarang 120.000 orang padahal hampir 30 tahun jadi ibu kota. Canberra 350 ribu. Washington masih 330 ribu setelah 230 tahun,” ujarnya pada seminar ‘Dentons HPRP Law and Regulations Outlook 2024,’ yang berlangsung di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2024).
Dia menganjurkan pemerintah membuka cabang kampus terbaik di IKN, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) ataupun Universitas Gadjah Mada (UGM). Sehingga mengundang populasi ke daerah itu dan menjadikan IKN sebagai kota pendidikan atau education city.
Baca Juga
Berly juga mengingatkan adanya tantangan pembangunan IKN melihat kondisi kemampuan APBN karena masih ada prioritas anggaran, seperti pendidikan yang minimal 20% dari APBN dan adanya proyeksi penurunan ekspor.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal juga mengatakan, ada risiko yang harus diperhitungkan. Dia menggarisbawahi soal populasi yang sangat penting sebagai demand, konsumen, dan market.
“Di tahun 2025, populasi IKN ditargetkan sebanyak 600 ribu – 800 ribu orang. Angka ini hampir sama dengan jumlah penduduk Kota Samarinda yang mencapai 850 ribu – 900 ribu orang dan Kota Balikpapan sebanyak 700 ribu – 750 orang.
Baca Juga
Kemudian, tahun 2035 akan mencapai 1,1 juta – 1,2 juta orang. Naik lagi menjadi 2,7 juta hingga 1,9 juta orang di tahun 2045. Artinya, IKN akan menjadi 3 kali kota Balikpapan dan Samarinda,” jelas Faisal.
Faisal menekankan realisasi pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung di IKN harus dipercepat mengingat (proyeksi) populasi IKN akan menjadi 3 kali lipat kota Balikpapan dan Samarinda.
Sebelumnya, Ketua Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H. Sumadilaga menuturkan, rata-rata progres pembangunan di IKN berkisar 1-2% per minggu, yang mana pekan ini progres pembangunan tahap I sudah mencapai 76% untuk persiapan menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus 2024. (CR-3)

