Indonesia Bidik Kesepakatan Bisnis Rp 56 Triliun dari IAF Ke-2
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia menargetkan kesepakatan bisnis senilai total US$ 3,5 miliar (sekitar Rp 56,07 triliun) dari perhelatan Indonesia-Afrika Forum (IAF) Ke-2 di Bali pada September mendatang.
“Kesepakatan bisnis itu diharapkan berasal dari berbagai proyek kerja sama bisnis, di antaranya dari sektor pangan, energi, kesehatan, dan mineral,” kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Pahala Nugraha Mansury dalam diskusi dengan Forum Pemred di Jakarta, Kamis (22/8/2024), tentang rencana penyelenggaraan IAF Ke-2.
Baca Juga
Kemenlu Siapkan “Grand Design” Diplomasi Ekonomi, Ini Tujuannya
IAF Ke-2 akan digelar pada 1-3 September 2024 di Hotel Mulia, Bali dengan tema Bandung Spirit for Africa's Agenda 2063. IAF Ke-2 difokuskan pada isu transformasi ekonomi, energi dan pertambangan, pangan, ketahanan kesehatan, serta kerja sama pembangunan.
IAF Ke-2 bakal dihelat bersamaan dengan High-Level Forum on Multi Stakeholder Partnership (HLF MSP) yang juga akan digelar di Bali pada waktu bersamaan. Presiden Jokowi dijadwalkan membuka agenda tersebut.
Acara ini digadang-gadang dihadiri 28 kepala negara/pemerintahan dari Afrika, 800 peserta dari wakil pemerintah, organisasi internasional dan regional, serta kalangan bisnis dari Indonesia dan negara-negara Afrika. IAF Ke-2 ditargetkan lebih meriah dibanding IAF Ke-1 yang diselenggarakan pada 2018.
B2B dan G2G
Menurut Pahala Mansury, selain transaksi bisnis antarperusahaan (business to business/B2B) swasta dan BUMN, IAF ke-2 di Bali diharapkan menghasilkan kesepakatan antarpemerintah (government to government/G2G), termasuk pengesahan perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan sejumlah negara yang kini mencapai tahap finalisasi.
“Kita juga menargetkan sejumlah inisiatif kerja sama pembangunan dengan negara-negara Afrika,” tutur Wamenlu yang didampingi Direktur untuk Urusan Afrika Kemenlu, Dewi Justicia Meidiwaty serta Direktur Informasi dan Media Kemenlu, Hartyo Harkomoyo.
Baca Juga
Perkuat Industri Baterai EV, Indonesia Sasar Afrika sebagai Pasar Ekspor
Pahala mengungkapkan, dalam forum bisnis yang bakal digelar dalam IAF ke-2, pengusaha Indonesia dan Afrika bakal dipertemukan. Perwakilan bisnis dari tujuh negara Afrika, yaitu Afrika Selatan, Aljazair, Kenya, Mesir, Mozambik, Nigeria, dan Tanzania, akan menyampaikan presentasi mereka.
“Indonesia mengundang 222 delegasi bisnis yang mewakili sektor BUMN dan swasta dari beragam negara Afrika,” ujar dia.
Indonesia, kata Pahala Mansury, juga bakal menggelar pameran produk buatan industri dalam negeri, baik industri besar, maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk mendorong ekspor ke Afrika.

