Pengamat Otomotif Ini Sebut Beberapa Hal yang Bisa Mendorong Tren Motor Listrik di Indonesia, Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id – Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu menyatakan, pemerintah perlu sosialisasi kebijakan dan manfaat konversi motor konvensional ke motor listrik, memberi kemudahan impor suku cadang hingga memperkuat infrastruktur pengisian daya (SPKLU/Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Selain itu, pemerintah perlu memperbanyak pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi, memberikan kemudahan impor suku cadang (parts) dan segera membuat roadmap untuk implementasi produksi parts penting konversi tersebut di dalam negeri.
“Kemudian, mendukung percepatan jumlah bengkel konversi yang tersertifikasi di berbagai daerah, dan memastikan aksesibilitas insentif konversi yang mudah bagi masyarakat, serta memperkuat infrastruktur pengisian daya untuk mendukung penggunaan sepeda motor listrik yang luas,” katanya dalam percakapan Whatsapp, Kamis (15/2/2024).
Baca Juga
Pemerintah Dorong Konversi Motor Listrik, PLN Bantu Kasih Kemudahan Ini
Perlu diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Permen ESDM No. 13 Tahun 2023 Tentang Perubahan Permen ESDM Tentang Pedoman Umum Bantuan Pemerintah Dalam Program Konversi Sepeda Motor Listrik, yang mana pemerintah memberikan insentif yang tadinya Rp7 juta di 2023 sekarang bertambah menjadi Rp10 juta di 2024.
Ia melanjutkan, pada akhir Desember 2023 dari 5.399 permohonan untuk konversi masih 181 unit motor terkonversi. Dari 181 unit tersebut, 145 di antaranya yang mendapatkan insentif Rp7 juta.“Sisanya sedang dalam proses uji laik jalan dan pengajuan Surat Uji Tipe (SUT) dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) hingga tahun 2024 ini agar STNK-ya dapat di-upgrade sesuai kondisi mutakhir,” lanjut Yannes.
Yannes menuturkan, respons masyarakat terkait konversi ke motor listrik masih lemah dan harus didorong dengan bantuan pemerintah maupun stakeholder.
Baca Juga
Menurut dia, lemahnya respons masyarakat terhadap kebijakan konversi perlu segera didorong oleh kemudahan mendapatkan insentif pemerintah disamping pemerintah dan stakeholder terkait perlu memperkuat sosialisasi kebijakan
“Selanjutnya, memperluas pelatihan dan sertifikasi agar jaringan bengkel konversi yang tersertifikasi, dan memperbaiki infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya listrik, disamping kemudahan penyediaan stok impor komponen konversi ke sepeda motor listrik,” tutupnya.

