Pengamat Energi Sebut Faktor Kunci Ketahanan Energi, Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id – Pengamat energi yang juga mantan anggota Dewan Energi Nasional periode 2020-2025, Satya W Yudha mengatakan, faktor utama ketahanan energi adalah ramah lingkungan (environmentally friendly) serta berkelanjutan (sustainability). Faktor lainnya, mengutip apa yang disampaikan Ilham A Habibie, adalah ketersediaan suplai (availability), aksesibilitas, dan terjangkau (affordability).
“Di dalam forum-forum internasional, saya selalu mengatakan bahwa the world needs to be consistent. Karena apa? Karena mereka (negara luar) lebih mengedepankan ketahanan energinya. Indonesia juga demikian," kata Satya dalam acara Investortrust Power Talk: Energy Series di Perpustakaan Habibie & Ainun, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2024).
Satya menyampaikan kesepahamannya dengan Komisaris Utama investortrust.id Ilham Akbar Habibie bahwa harus ada security of supply, availability, accessibility, dan affordability. "Walaupun terakhir kita harus katakan bahwa ketahanan energi harus environmentally friendly, dan sustainabile,” imbuhnya.
Sebelumnya, Komisaris Utama investortrust.id Ilham Akbar Habibie mengatakan, isu ketahanan energi ini harus diperjuangkan secara terus menerus. Ia pun menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang, menengah hingga pendek soal ketahanan energi.
Baca Juga
Tokoh Ini Sebut Pentingnya Perencanaan Jangka Panjang soal Ketahanan Energi
“Ketahanan energi itu bukan satu hal yang datang dengan sendirinya. Itu harus diperjuangkan dan harus ada perencanaan jangka panjang, menengah, dan pendek,” kata Ilham dalam sambutannya.
Anak dari almarhum Presiden RI Ketiga B J Habibie itu pun menuturkan, selain suplai energi yang mencukupi (available), ada dua hal lain yang perlu dipertimbangkan, yakni harga yang terjangkau (affordable) dan berkelanjutan (sustainable).
“Bagaimana kita bisa memastikan bahwasannya energi adalah satu hal yang kita punya dalam jumlah yang mencukupi (available), tapi juga dengan harga yang diperlukan (terjangkau) dan juga berkesinambungan (berkelanjutan atau sustain). Jadi harus ada, kalau kita memerlukannya dan itu bukan satu hal yang gampang,” ucap Ilham.
Dalam kesempatan yang sama, Ilham menyebut isu ketahanan energi masih menjadi top 3 (three) pembahasan di Tanah Air maupun di negara-negara seluruh dunia.
“Kalau kita lihat agenda tiap pemerintahan yang saya ingat dan yang mendatang pun ketahanan energi selalu top 3 (pembahasannya). Ketahanan energi, pangan, dan industri. Itu saya kira tema dari tiap pemerintah, bukan saja di Indonesia, di (negara) mana pun,” ujarnya.

