Berdayakan Masyarakat Kepulauan Seribu, Direktur Regional Jawa dan GM PHE OSES Kunjungi Mitra Binaan
JAKARTA, investortrust.id - Pantau implementasi program pengembangan masyarakat atau disebut Community Involvement & Development (CID) yang dijalankan PHE OSES, Direktur Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina Wisnu Hindadari kunjungi program CID unggulan di Kepulauan Seribu, akhir pekan lalu. Tiga program utama yang dikunjungi adalah Pelaut Tangguh, Seribu Asa dan Tiga Perisai.
“Program CID dimaksudkan untuk menggali potensi-potensi lokal yang dapat dioptimalkan untuk mendorong kemandirian masyarakat setempat secara berkelanjutan,” kata Wisnu dalam keterangan resmi, Selasa (6/8/2024).
Sebagai perusahaan hulu migas yang memiliki wilayah operasi di Kepulauan Seribu, PHE OSES berkomitmen untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di tiga dimensi kehidupan masyarakat sekitar.
Baca Juga
Dukung Produksi Migas, PHE ONWJ Aktifkan Kembali Platform LES di Lepas Pantai Karawang
Pertama, untuk meningkatkan kesejahteraan dan keterampilan kelompok nelayan, PHE OSES menginisiasi program “Pelaut Tangguh”, akronim dari Peningkatan Pendapatan Nelayan yang Tanggap, Guyub dan Humanis. Diawali dengan inisiasi tinjauan potensi lokal pada 2022, program Pelaut Tangguh dilanjut dengan pemberian rumpon ke Sentra Penyuluh Konservasi Pedesaan (SPKP), bantuan permodalan jasa pembuatan bubu, dan permodalan Warung Serba Ada (Waserda) sebagai lini usaha koperasi.
Sedangkan dari aspek kesehatan, perusahaan mendukung program pemerintah dalam gerakan pencegahan stunting dan perbaikan gizi buruk bagi balita di Pulau Harapan, Pulau Kelapa dan Pulau Panggang melalui program unggulan “Seribu Asa”. Ketiga yaitu di aspek lingkungan, PHE OSES berupaya mendukung mitigasi perubahan iklim dan konservasi dengan fokus pada perbaikan kondisi lingkungan dan pelestarian tukik (anak penyu). “Sejak 2019, lebih dari 130 ribu tukik telah dilepasliarkan melalui program “Tiga Perisai”, termasuk penyelamatan sekitar 3.500 telur penyu,” tambah Wisnu.
Perusahaan juga melibatkan nelayan sebagai pelaku konservasi. PHE OSES telah memberikan 25.000 bibit mangrove pada 52 nelayan. Sejak 2019, total bibit mangrove yang telah ditanam mencapai 130.000. Selain itu, PHE OSES memberikan rehabilitasi terumbu karang. Sejak 2023, perusahan telah melakukan transplantasi karang di area seluas 300 meter persegi, dengan total 9.600 fragmen (bibit).
Baca Juga
Dukung Pengelolaan Sumber Daya Alam, PHE Aktif dalam World Water Forum 2024
Masih di aspek konservasi, PHE OSES juga menginisiasi program pembesaran kima raksasa di area Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kima adalah biota laut, berbentuk kerang dengan ukuran besar, yang termasuk dalam kategori daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

