Telan Anggaran Rp 319,23 Miliar, Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi Manganti Tuntas
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi pada daerah irigasi (D.I) Manganti yang menelan anggaran sebesar Rp 319,23 miliar.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan selesainya pekerjaan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi D.I Manganti akan menyokong sektor pangan di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.
“Pembangunan bendungan yang masif di Indonesia harus diimbangi dengan pengembangan daerah irigasi premium yang mendapat suplai air dari bendungan, dan rehabilitasi daerah irigasi eksisting untuk menunjang sektor pertanian,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (1/8/2024).
Baca Juga
Wijaya Karya (WIKA) Bangun Irigasi Perpipaan Warga di Gunung Kidul
Sebagai informasi, D.I Manganti memiliki luas areal layanan 26.153 hektare (ha) terdiri dari 3 jaringan irigasi yakni Sidareja, Cihaur, dan Lakbok Selatan.
Jaringan Irigasi Sidareja dan Cihaur (intake kiri) seluas 21.518 hektare (ha) mengairi wilayah Kabupaten Cilacap di Jawa Tengah, sedangkan Jaringan Irigasi Lakbok Selatan (intake kanan) seluas 4.616 ha mengairi Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat.
Adapun Sumber air irigasi D.I Manganti berasal dari Sungai Citanduy yang dibendung di Manganti yang berlokasi di Kecamatan Kedungreja, Jawa Tengah dan Kecamatan Lakbok, Jawa Barat.
Direktur Irigasi dan Rawa Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Ismail Widadi menambahkan, rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi ini akan meningkatkan kondisi saluran air di D.I Manganti dengan sarana sistem digitalisasinya yang lebih teratur, sehingga irigasi tersier untuk lahan pertanian akan lebih optimal dan menambah kualitas hasil panen.
Baca Juga
Wijaya Karya (WIKA) Mulai Garap Proyek Rediversi MWRD di Kaltim Senilai Rp 550 Miliar
“Ini adalah aset milik kita yang harus kita jaga penggunaannya bersama,” ujar dia.
Kepala Balai BBWS Citanduy, Elroy Koyari mengatakan, pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di D.I Manganti ini mulai dilakukan pada tahun 2021-2024 dengan biaya Rp319,23 miliar. Lingkup pekerjaan yang direhabilitasi meliputi 77 kilometer (km) saluran primer dan 150 km saluran sekunder dengan luas layanan 21.035 ha.
“Rehabilitasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan layanan irigasi seluas 26.153 Ha, sehingga diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) di wilayah layanan D.I Manganti dari semula 169% menjadi 220%,” papar Elroy.
Selain itu, lanjut Elroy, pihaknya juga menerapkan digitalisasi pengelolaan sistem irigasi untuk pengoperasian pintu irigasi dalam rangka pengalokasian air dari petak yang paling hulu hingga petak yang paling hilir dengan konsep pembagian air yang adil dan merata, serta dapat dimonitoring dan dievaluasi secara real-time.
“Sistem ini meliputi alat untuk mengontrol operasional setiap pintu di jaringan irigasi Manganti, termasuk Bendung Manganti. Terdapat juga basis data yang berisi semua data dan informasi tentang D.I Manganti serta fitur real time monitoring untuk melacak kondisi di daerah irigasi secara real time, seperti alokasi air pada jaringan irigasi, informasi visual tentang pintu air, dan kondisi ketinggian air,” tutup dia.

