Pameran Dagang Terkemuka di ASEAN Dibuka, Cek Jadwal dan Lokasinya
JAKARTA, investortrust.id – PT Global Expo Management (GEM) Indonesia menyelenggarakan Railwaytech Indonesia 2024, INAMARINE 2024, dan INAGRITECH 2024 sebagai pameran dagang terkemuka di ASEAN untuk solusi transportasi kereta api dan maritim serta industri pertanian.
Direktur Utama GEM Indonesia, Baki Lee memaparkan, pameran dagang ini akan berlangsung selama tiga hari, sejak dibuka hari ini di JIExpo Kemayoran, Jakarta dengan jadwal kunjungan mulai pukul 10.00 – 18.00 WIB untuk Selasa (30/7/2024) - Rabu (31/7/2024) dan pukul 10.00 - 16.30 WIB untuk Kamis (1/8/2024).
“Railwaytech Indonesia 2024, INAMARINE 2024, dan INAGRITECH 2024 akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juli – 01 Agustus 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta – Indonesia. Dengan publisitas dan pengikut yang masif terhadap acara-acara ini, peluang bisnis emas seperti ini tidak boleh dilewatkan oleh siapa pun,” kata Baki Lee dalam sambutannya di Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (30/7/2024).
Ia menambahkan, ajang ini akan menampilkan lebih dari 250 peserta global yang memamerkan teknologi, produk, dan layanan mutakhir untuk industri Indonesia. “Bergabunglah dengan kami di pameran internasional terlengkap di Indonesia yang meliputi sektor Kemaritiman, Kereta Api, Agroteknologi, Kimia, Pelapis, dan Laboratorium,” imbuh Baki Lee
Baca Juga
Kemenhub Buka Suara soal Perpanjangan Trase Kereta Cepat ke Surabaya
Railwaytech Indonesia 2024, lanjut Baki Lee, akan diselenggarakan oleh Masyarakat Kereta Api Indonesia (MASKA) dan didukung oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Pameran ini akan menampilkan Indonesia Railway Conference 2024 (IRC 2024) untuk mengundang pemerintah, peneliti, dan pengambil keputusan utama dalam berbagi dan bertukar pengetahuan, pekerjaan yang sedang berjalan, dan studi kasus yang berkaitan dengan industri teknologi perkeretaapian,” ujar dia.
Selanjutnya, ia menyampaikan ajang industri maritim yaitu INAMARINE 2024. “Satu-satunya pameran business-to-business (B2B) yang diadakan setiap tahun di Indonesia untuk industri maritim dan lepas pantai juga akan kembali menjadi pameran pilihan para profesional untuk memperluas jaringan dan operasi bisnis maritim dan lepas pantai di pasar Indonesia,” tambah Baki Lee.
Adapun INAMARINE 2024 akan bekerja sama dengan sub- acara lainnya, termasuk SeaCargo Indonesia dan INAWELDING 2024.
Baca Juga
Gandeng Singapore Maritime Foundation, PIS Hadirkan Talenta Maritim Skala Global
Menurut Baki Lee, INAGRITECH 2024 juga kembali menjadi pameran dagang indoor dan outdoor terbesar untuk industri pertanian di Indonesia.
“INAGRITECH 2024 bersamaan dengan sub-acara INAGRICHEM 2024, INAPALM ASIA 2024, SugarMach Indonesia 2024, RubberTech Indonesia 2024, dan Pump & Valves Indonesia 2024, pameran ini akan menghadirkan One Stop Solutions untuk seluruh sektor pertanian,” ucap dia.
Baki Lee turut menyampaikan, pemerintah Indonesia sedang membidik pembangunan kereta api mencapai lebih dari 10.000 kilometer (km) di tahun 2030 mendatang, meliputi Pulau Jawa, Madura, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
“Pangsa moda kereta api juga akan ditingkatkan dari 4% menjadi 9% untuk penumpang dan dari 1,1% menjadi 13% untuk barang,” tandasnya.
Baca Juga
Kejar Swasembada Pangan, Wamen Investasi: Siapkan Fasilitas Impor Sektor Pertanian
Sementara itu, Baki Lee memaparkan, pada tahun 2045 industri kelautan juga ditargetkan oleh pemerintah Indonesia untuk berkontribusi sebesar 15% terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Program Tol Laut juga telah dilaksanakan untuk menumbuhkan industri perkapalan dan galangan kapal, saat ini memiliki 677 pelabuhan persinggahan dengan tingkat pertumbuhan 11% per tahun,” paparnya.
Di sisi lain, industri pertanian terlihat sehat dengan peningkatan nilai ekspor sebesar 16,91% per Februari 2024 dengan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya sebagai kontributor terbesar.
Menurut Baki Lee, hal tersebut menandakan meningkatnya permintaan terhadap mesin pertanian, seperti traktor roda dua dan roda tiga, mesin pemanen gabungan, dan pompa sebagaimana diproyeksikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BSIP).
“Kami menyambut para profesional dari kemaritiman, pertanian, manufaktur, pelapisan, dan sektor lainnya, serta pejabat pemerintah, delegasi perdagangan, asosiasi, dan pembeli guna merasakan peluang signifikan untuk ekspansi bisnis dan wawasan tentang ekonomi Indonesia,” pungkas dia.
