Penuhi Perintah Istana, Kemenhub Bakal Tambah Perjalanan LRT Jabodebek
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah akan menambah perjalanan light rail transit (LRT) Jabodebek untuk mengakomodir permintaan (demand) pengguna, yang volume penggunanya sudah tembus 80.000 orang per hari.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun membeberkan, rencana perjalanan LRT Jabodebek yang akan segera dioperasikan menjadi 29 trainset (rangkaian kereta) dari sebelumnya yakni 27 trainset saja.
''Iya, kan LRT kita ada 31 (trainset), 2 (trainset) cadangan, 29 (trainset) yang akan rencana beroperasi,'' ungkap Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, Risal Wasal di Artotel Gelora Senayan, Jakarta, Jumat (26/7/2024) malam.
Dengan meningkatnya demand masyarakat yang menggunakan transportasi massal ini, Risal menjelaskan, LRT Jabodebek bisa meningkatkan kapasitas untuk mengakomodir demand.
Baca Juga
''Mengenai kapasitas demand, tidak hanya menambah trainset. Tetapi juga bisa menambah frekuensi, mempercepat headway,'' tandas Risal.
Berdasarkan catatan investortrust.id, pada Rabu (24/7/2024), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hertyanto dan Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Rapat itu membahas kinerja Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh dan LRT Jabodetabek.
Tiko, sapaan Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan perkembangan mengenai kinerja KAI, Whoosh dan LRT kepada Presiden Jokowi.
Tiko mengatakan, Whoosh rata-rata sudah mengangkut 24.000 pemumpang per hari. Sementara LRT sudah mencapai 80.000 penumpang per hari.
"Kalau traffic kan kemarin kereta cepat sudah sempat mencapai 24.000, kalau di LRT sudah mencapai 80.000," katanya.
Baca Juga
Saat ini, kata Tiko, operasional Kereta Cepat Whoosh dan LRT terus ditingkatkan. Whoosh yang sebelumnya mengoperasikan 48 perjalanan bakal ditambah menjadi 62 perjalanan. Demikian juga dengan LRT dari semula 20 perjalanan akan meningkat menjadi 27 perjalanan.
"Jadi frekuensi kita tambah. Harapannya penumpangnya juga makin banyak," katanya.
Menurut Tiko, catatan kinerja Whoosh tersebut sudah mendekati target. Sebelumnya, Whoosh ditargetkan dapat mengangkut 29.000 penumpang per hari.
"Jadi itu sudah mendekatilah. Kita kejar harusnya untuk mencapai target yang sesuai proyeksi awal harusnya 2 sampai 3 tahun bisa kita kejar," ungkapnya.
Baca Juga
Jakpro Sebut Investor Asing Minati 3 Fase Lanjutan LRT Jakarta
Sementara itu, Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan rapat ini membahas kinerja Whoosh. Rapat itu juga mengevaluasi mengenai sarana dan prasarana untuk meningkatkan pelayanan Whoosh.
"Infrastruktur, akses jalan, sampai tren penumpang semua dievaluasi," katanya.

