Stafsus Erick Thohir: Kita Fokus ke Transformasi BUMN, Bukan Pergantian Direksi
JAKARTA, investortrust.id - Staf Khusus (Stafsus) III Menteri BUMN bidang komunikasi publik Arya Mahendra Sinulingga menjelaskan Kementerian BUMN akan terus fokus dalam transformasi perusahaan-perusahaan pelat merah, alih-alih fokus mengganti direksi.
"Ketika masuk awal sebagai tim awal beliau (Menteri BUMN Erick Thohir) yang beliau omongin adalah roadmap," kata Arya saat peluncuran buku “Elephant Learns Flamenco”, yang digelar di PosBloc, Jakarta, Rabu (24/7/2024).
Arya bercerita ketika awal menjabat memanggil para direksi BUMN dan berdiskusi mengenai peta jalan BUMN ke depan. Tetapi, halangan untuk melakukan transformasi terjadi ketika pandemi Covid-19 pada 2020.
"Tapi, pandemi seperti berkah. Kenapa? Karena semua ekonomi stuck, ada momentum untuk melakukan konsolidasi," ujar dia.
Baca Juga
Dividen BUMN Capai Rp85,5 T, Erick Thohir: Alhamdulillah Kerja Keras Seluruh Insan BUMN
Dia mengatakan kasus di tubuh BUMN yang banyak mencuat, mendorong transformasi segera dilakukan. Tranformasi ini turut mendapat dukungan dari anggota DPR di parlemen.
"Karena apa yang kami lakukan di BUMN tidak bisa terjadi tanpa persetujuan DPR. Baik itu namanya merger, holdingisasi, kluster, tanpa persetujuan DPR nggak bisa. Inilah yang membedakan kita dengan DPR," kata dia.
Dalam dua tahun, kata Arya, BUMN yang berjumlah 144 perusahaan menjadi 41 perusahaan. "Dari 21 klaster BUMN, tinggal 12 klaster," ucap dia.
Baca Juga
Erick Thohir Bertemu Sri Mulyani, Bahas Penguatan dan Transformasi BUMN
Dengan transformasi ini, kata Arya, sumbangan dividen BUMN ke APBN turut bertambah. Dia mengatakan sumbangan dividen BUMN ke APBN berjumlah Rp 84 triliun, dari yang awalnya Rp 24 triliun.
"Aset kita dari Rp 7.000-an triliun menjadi Rp 10.000-an triliun dengan rasio utang turun," ujar dia.

