Pabrikan Mobil Listrik AION Mau Boyong MPV 7 Penumpang ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Pabrikan mobil listrik asal China AION berencana untuk menghadirkan kendaraan multiguna atau multi-purpose vehicle (MPV) berkapasitas tujuh penumpang di Indonesia.
Sebagai catatan, pabrikan yang tergabung dalam Guangzhou Automobile Group Co., Ltd (GAC Group) itu merupakan pemain baru mobil listrik yang mencoba peruntungannya di Tanah Air. Produknya dipasarkan melalui kerja sama dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (Indomobil Group).
Head of Marketing AION Indonesia Metta Yunita mengatakan pihaknya mempertimbangkan untuk menghadirkan MPV listrik berkapasitas tujuh penumpang. Pertimbangan tersebut tentunya tidak terlepas dari karakteristik masyarakat Indonesia, khususnya pengguna kendaraan roda empat yang kerap bepergian bersama keluarga.
Baca Juga
Wapres Jajal Kenyamanan All-New Kona Electric, Mobil Listrik Korea Bertenaga Baterai Lokal
“Kami mendengarkan bagaimana permintaan dari masyarakat Indonesia. Memang banyak permintaan (MPV listrik berkapasitas tujuh penumpang) seperti itu dan kami pertimbangkan,” katanya di Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2024 yang digelar di ICE-BSD, Tangerang, Selasa (23/7/2024).
Saat ini, opsi MPV listrik berkapasitas tujuh penumpang boleh dikatakan masih terbatas. Termasuk BYD M6 yang mencuri perhatian pengunjung GIIAS 2024 dan dibanderol tak jauh dari harga Low MPV (LMPV) konvensional yang laris manis di Indonesia.
Metta mengatakan pihaknya menganggap Indonesia sebagai pasar yang potensial. Oleh karena itu, AION akan menyiapkan fasilitas riset dan pengembangan khusus di pabrik yang akan segera dibangun di Indonesia.
Baca Juga
Beroperasi 2026, Pabrik BYD Subang Ditargetkan Produksi Mobil Listrik 150 Ribu Unit
Indonesia disiapkan sebagai negara kedua di Asia Tenggara setelah Thailand yang menjadi basis produksi mobil listrik AION. Pabrik AION di Cikampek, Jawa Barat ditargetkan akan beroperasi mulai kuartal IV-2024 dengan kapasitas produksi awal mencapai 50.000 unit per tahun.
Pabrik yang nilai investasinya masih dirahasiakan itu untuk tahap awal disiapkan untuk memproduksi AION Y Plus. Mobil listrik tersebut memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40% dan akan ditingkatkan hingga 60% secara bertahap.
Metta menjelaskan saat ini AION menghadirkan tiga model mobil listrik di Indonesia. Selain AION Y Plus, tersedia AION ES dan AION Hypetech HT yang seluruhnya berkapasitas maksimal lima penumpang.
Baca Juga
Astra Financial Talk GIIAS 2024: Tingkatkan Inklusi Keuangan Lewat Aneka Produk Digital
Pada kesempatan yang sama, Product Expert AION South East Asia Xu Zhiao Yu mengatakan bahwa memasarkan mobil listrik di Indonesia bukan hal yang mudah. Sebab, masyarakat Indonesia masih belum sepenuhnya bisa menerima kehadiran kendaraan dengan teknologi baru itu.
Demikian halnya dengan infrastruktur pendukung operasional kendaraan listrik seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang belum merata di banyak daerah.
Walaupun demikian, pihaknya tidak akan menyerah dan menghadirkan opsi mobil non-listrik untuk mengakomodasi masyarakat Indonesia yang belum bisa menerima kehadiran mobil listrik.
Baca Juga
“Kami fokus ke kendaraan listrik, kami percaya kendaraan listrik adalah alternatif masa depan untuk masyarakat Indonesia. Platform kendaraan kami adalah murni dikembangkan untuk kendaraan listrik bukan platform kendaraan konvensional dikembangkan menjadi kendaraan listrik,” ujarnya.

