Bapanas: Intervensi Pengendalian Pangan Prioritas di Ujung Timur Indonesia
JAYAPURA, investortrust.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memprioritaskan intervensi pengendalian pangan di wilayah ujung timur Indonesia sebagai bagian dari komitmen mendukung penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Program tersebut disampaikan Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas Sri Nuyanti saat melakukan pemantauan penyaluran paket bantuan pangan intervensi pengendalian kerawanan pangan di Jayapura, Papua.
"Kami menyadari bahwa wilayah timur Indonesia memiliki tantangan tersendiri terkait aksesibilitas pangan yang memadai dan berkualitas,” katanya melalui keterangan resmi pada Sabtu (20/7/2024).
Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan intervensi pengendalian kerawanan pangan di wilayah Papua terlebih tingkat kemiskinan ekstrem di provinsi tersebut cukup tinggi.
Nuryanti menjelaskan intervensi pengendalian kerawanan pangan ini merupakan salah satu bentuk bantuan yang disalurkan pemerintah melalui Bapanas.
Baca Juga
Kepala Bapanas Klaim Bantuan Pangan Beras Turunkan Angka Kemiskinan
Pemerintah melalui penugasan Bapanas kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah menggelontorkan bantuan pangan (Banpang) beras sebanyak 10 kg per keluarga penerima manfaat (KPM).
“Nah, intervensi pengendalian kerawanan pangan ini berupa paket bantuan pangan pendamping. Kan beras sudah dapat 10 Kg, selanjutnya kami berikan paket intervensi pengendalian kerawanan pangan berupa kornet sapi, ikan sarden, bihun jagung, kacang hijau, minyak goreng dan garam beryodium,” ujar Nuryanti.
Intervensi pengendalian kerawanan pangan ini menjadi salah satu upaya mendorong percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem menuju 0% pada tahun 2024 sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 4/2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Melalui Inpres Presiden tadi, baik Gubernur dan Bupati/Walikota, ditugaskan untuk mengoordinasikan dan memimpin secara langsung upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayahnya masing-masing.
Baca Juga
Bapanas: Harga Beras, Cabai, hingga Telur Ayam Merangkak Naik
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tercatat kemiskinan ekstrem di Indonesia per Maret 2023 berada di angka 1,12%. Angka itu turun sebesar 0,92% poin apabila dibandingkan data Maret 2022. Papua menjadi Provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem paling tinggi di Indonesia, yaitu sebesar 7,67%.
Dalam kesempatan tersebut, Nuryanti juga menegaskan bahwa sebagai daerah dengan kekayaan sumber daya pangan beragam, membangun ketahanan pangan di Papua harus berbasi pangan lokal,
“Sepanjang kanan dan kiri jalan dipenuhi hutan sagu, setiap rumah dipagari kelor. Ini potensi yang bagus untuk dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu seperti yang selalu disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional Pak Arief Prasetyo Adi, bahwa kita harus bersinergi bersama untuk terus mendorong edukasi dan pendampingan pola pangan berbasis sumber pangan lokal,” ujarnya.
