Pengembangan Skema Pendanaan Indonesia Game Fund Terkendala Transisi Kepemimpinan
JAKARTA, investortrust.id - Staf Ahli bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kurleni Ukar menyebut transisi kepemimpinan yang berlangsung membuat pembahasan pendanaan bagi pengembang gim lokal terhambat. Kurleni mengatakan pembahasan mengenai pendanaan pengembang gim lokal, Indonesia Game Fund, saat ini masih berlangsung di tingkat kementerian/lembaga.
“Kita sekarang ini dalam posisi yang agak kurang (menguntungkan, red). Sekarang ini kan sudah dalam masa perubahan ini,” kata Kurleni, di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta, Jumat (19/7/2024).
Langkah menunggu transisi pemerintahan ini terkait dengan potensi perubahan nomenklatur kementerian apa saja yang akan bertahan di masa pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga
Telkom dan Kemendag Siapkan Startup Gim Lokal Raih Pasar Global
“Sekarang ini kan sudah dalam masa perubahan ini. Jadi memang transisi ini juga menyulitkan kita untuk bergerak. Karena kita tidak tahu ke depannya ini Kemenparekraf masih ada atau tidak,” kata dia.
Meski demikian, Kurleni mengatakan proses penyusunan naskah akademik untuk pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) untuk mempersiapkan pengelola Indonesia Game Fund. Kurleni mengatakan proses pembahasan akan terus berlangsung.
“Saya nggak bisa bilang targetnya ya,” kata dia.
Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional penyusunan skema pendanaan dari investor melalui matching fund dan venture capital melalui Indonesia Game Fund, ditargetkan selesai 2024. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Bekraf Sandiaga Uno menjadi penanggung jawab.
“Terdapat skema pendanaan Indonesia Game Fund yang dapat mendanai pengembangan gim nasional minimal sebesar US$ 40 juta per tahun,” tulis target tersebut.
Selain pendanaan, terdapat penugasan untuk membentuk BLU untuk piloting pembiayaan industri gim nasional. “Piloting pembiayaan industri gim nasional melalui Badan Layanan Umum (BLU) Pengelolaan Dana, konsep bergulir dengan dana serta risiko yang termitigasi,” kata dia.

