Dana FLPP Naik 8,7%, BP Tapera Siapkan Pembiayaan 166.000 Rumah di Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) membidik penyediaan pembiayaan untuk 166.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tahun 2024.
Target tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono yang menyebut, dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bertumbuh sebesar 8,7% tahun 2024 dari tahun sebelumnya.
“Tadi seperti yang disampaikan Bu Menteri Keuangan, sekarang ini ada Rp 229,06 miliar untuk yang dikelola oleh Tapera itu sudah termasuk dana FLPP-nya. Jadi ada kenaikan 8,7% dari tahun 2023 untuk pembiayaan perumahan khususnya bagi MBR,” ucap Menteri Basuki di Gedung Auditorium PUPR, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2024).
Baca Juga
Wujudkan Hunian ASN Nyaman dan Berkualitas, OIKN Jajaki Gaet Badan Usaha Sektor Perumahan
Komisioner BP Tapera Periode 2024-2029, Heru Pudyo Nugroho menekankan, BP Tapera akan merealisasikan 166.000 unit rumah di tahun 2024.
“Tahun ini kita ditargetkan untuk menyalurkan kurang lebih 166.000 unit rumah, itu menjadi PR yang harus segera kami realisasikan. Karena ini menjadi langkah bagi KDK yang baru untuk segera berkoordinasi dalam rangka penyaluran hunian perumahan melalui skema FLPP dan Tapera yang kurang lebih 7.800 unit rumah harus kami realisasikan di tahun 2024,” ujar Heru.
Baca Juga
Dewan Komisioner Baru BP Tapera Fokus Perbaiki Transformasi Bisnis
Hal ini sejalan dengan pernyataan dari Eks Komisioner BP Tapera, Adi Setianto. “Tahun 2024, target yang harus dicapai adalah sebanyak 166.000 unit rumah. Namun, sesuai arahan dari pemerintah, target tahun 2024 berpotensi menuju ke 220.000 unit rumah,” ungkap Adi sebelumnya di akhir tahun 2023.
Sebagai catatan hingga akhir Desember 2023, BP Tapera tercatat telah menyalurkan dana FLPP sebesar Rp 26,32 triliun untuk 229.000 rumah. Dari 229 ribu unit rumah itu, terdapat 228.914 unit rumah tapak senilai Rp 26,31 triliun dan 86 unit rumah susun senilai Rp 11,94 miliar. (CR-3)

