Biden atau Trump yang Jadi Presiden, Arsjad Rasjid: Kadin Tetap Kerja Sama dengan AS
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan bahwa Indonesia akan selalu bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) terlepas dari siapa pun presiden yang akan memimpin negara super power atau adidaya tersebut.
Pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat akan digelar pada November 2024. Kali ini, calon presiden Donald Trump akan bertemu lagi dengan petahana, yakni Presiden AS Joe Biden.
"Buat kita, itu mau Biden, itu mau Trump, mau Demokrat, mau Republikan, kita akan bekerja sama dengan US," ucap Arsjad saat konferensi pers di Kantor Kadin, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2024).
Baca Juga
Luhut Mau Bikin Family Office, Kadin: Dipelajari Dulu Dampak Positif dan Negatifnya
"Karena kan jelas, kita secara Indonesia memiliki politik bebas aktif. Nah, Kadin itu selalu ingin bekerja sama, karena kita bukan dari sisi pemerintah dan politiknya, tapi kita dari sisi dunia usahanya," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Shinta Kamdani menilai, karakteristik kepemimpinan Joe Biden dengan Donald Trump berbeda ketika bekerja sama dengan negara lain, khususnya dengan Indonesia.
"Kalau di konteksnya Biden, dia itu lebih ini secara regional ya. Jadi kalau kita lihat IPEF (Indo Pacific Economic Framework (IPEF) itu kan regional," imbuh Shinta.
Baca Juga
Pasca Penembakan Trump, Keamanan Jadi Fokus dalam Konvensi Partai Republik
"Nah kalau Trump itu kayaknya dia lebih spesifik, dia kan sangat pragmatis ya. Kalau pengalaman kita yang lalu, dia sangat pragmatis dan deal-nya itu bisa lebih langsung transaksional," sambungnya.

