Selain Jargas, Pertamina Lakukan Beyond Pipeline untuk Penuhi Kebutuhan Gas Rumah Tangga
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina (Persero) selaku Holding BUMN Sektor Energi terus meningkatkan pasokan gas untuk masyarakat. Selain membangun jaringan distribusi gas bumi melalui pipa atau jargas, Pertamina juga meningkatkan pasokan gas ke rumah tangga melalui beyond pipeline dengan compressed natural gas (CNG) atau gas alam terkompresi.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, untuk daerah-daerah yang mempunyai suplai gas di hulu yang besar seperti Bontang sudah jargas semua. Demikian juga dengan Sumatera Selatan yang memiliki sumber gas di hulu.
Nicke juga menjelaskan untuk daerah Jawa seperti di Jawa Barat dan Jawa Tengah kurang suplai di hulu, sementara kebutuhannya terhadap liquefied petroleum gas (LPG/gas minyak cair) paling tinggi.
Baca Juga
Proyek Pipeline dan Beyond Pipeline PGN Tingkatkan Efektivitas Penyaluran Gas Bumi Domestik
“Jadi kita coba overlay, bila kebutuhan LPG-nya tinggi itu berarti dari jargas. Namun kalau tidak ada suplainya, sekarang PGN lakukan peningkatannya dengan beyond pipeline. Jadi tidak sepenuhnya dibangun jargas, tetapi kita menginjek gasnya itu dari compressed natural gas (CNG). Jadi kita buat compressed natural gas yang diangkut pakai kereta, kemudian kita injek di lokasi perumahan. Jadi itu yang sekarang kita lakukan, seperti hal yang kita lakukan di Jogja,” ujar Nicke di acara Media Gathering Kementerian BUMN yang dihadiri Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo serta sejumlah CEO BUMN dan pemimpin redaksi media massa nasional di Jakarta, Jumat (12/7/2024).
Menurut dia, membangun jargas di kota besar sulit karena rumahnya sudah sedikit padat. Jadi, Pertamina coba dengan beyond pipeline di Indonesia bagian Barat karena sudah punya pipa gas transmisi dan distribusi dari Aceh sampai Jawa Timur sekitar 35.000 kilometer.
“Tapi di Indonesia bagian Tengah dan Timur ini karena memang secara geografis ini sulit, maka kita harus mengembangkan virtual pipeline. Itu ada tantangan tersendiri bagaimana suplai hulu di Indonesia bagian Timur itu besar tetapi infrastrukturnya belum ada. Sedangkan di Indonesia bagian barat, existing block gas itu sudah decline,” ujar Nicke.
Baca Juga
PGN-Gagas Sukses Alirkan Gas Bumi Beyond Pipeline CNG di Balikpapan
“Nah yang di Indonesia Timur itu banyak (sumber gas) tapi infrastrukturnya belum ada sehingga kita harus bangun, dan ini yang kemarin kita bahas juga dengan Presiden di Ratas (rapat terbatas). Jadi untuk mempercepat jargas kita menggunakan beyond pipeline dengan CNG,” jelas Nicke.

