Kelanjutan Proyek MRT Fase 4, Dirut: Kami Tunggu Kepastian Investor Korsel
JAKARTA, investortrust.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menunggu respons investor asing asal Korea Selatan (Korsel) terkait kesiapannya untuk menggarap proyek mass rapid transit (MRT) Fase 4 Fatmawati-Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan, berbeda dengan tahapan lainnya, MRT Jakarta fase 4 akan digarap menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP).
Dia mengatakan, pihaknya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mereview proposal yang ditawarkan oleh investor Negeri Ginseng tersebut. Pemprov DKI juga disebut telah memberikan respons terkait proposal kepada para investor tersebut.
Baca Juga
“Kita bersama Pemprov DKI sedang menunggu respons terkait kesanggupan investor Korea Selatan. Kita tunggu saja dalam beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan,” kata Tuhiyat saat konferensi pers di Wisma Nusantara Lt. 22, Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Tuhiyat menambahkan, proyek MRT Fase 4 (Fatmawati-TMII) direncanakan dibangun dengan panjang lintasan sekitar 10,9 kilometer (km). Rute ini dikabarkan akan memiliki 10 stasiun pemberhentian yang seluruhnya berada di bawah tanah atau fully underground.
Adapun 10 stasiun pemberhentiannya antara lain Fatmawati, Antasari, Ampera, Warung Jati, dan Tanjung Barat. Kemudian, Ranco, Jalan Raya Bogor, Tanah Merdeka, Kampung Rambutan, dan TMII.
Sebagai informasi, pada 12 September tahun lalu, konsorsium Korsel (K-Consortium) masih menjadi satu-satunya calon investor untuk proyek MRT Fase 4 (Fatmawati-TMII).
Konsorsium tersebut terdiri atas beberapa perusahaan di bidang transportasi, di antaranya Korea National Railway (KNR) dan Samsung C&T Corporation. K-Consortium juga telah menyerahkan hasil studi kelayakan untuk proyek ini ke Pemprov DKI Jakarta pada Februari lalu.
Baca Juga
Ini Progres Pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota, Stasiun Glodok-Kota Tersambung
Sebelumnya, pemerintah Indonesia bersama pemerintah Korea Selatan (Korsel) telah menyepakati sejumlah perjanjian kerjasama bilateral.
Presiden Joko Widodo dan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol telah melakukan penandatanganan terhadap empat nota kesepahaman (MoU) kerjasama pada September 2023 lalu.
Salah satu isi pertemuan tersebut adalah membahas proyek kereta MRT fase 4 (Fatmawati-TMII) yang rencananya dapat dimulai konstruksinya pada tahun 2024.

