Ekonom UI Ungkap Penyebab Lonjakan Pasar Mobil Bekas Jadi 1,4 Juta Tahun 2023
JAKARTA, investortrust.id - Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Riyanto menyebutkan, penjualan mobil bekas melonjak tajam pada 2023.
Lebih lanjut kata dia, penjualan mobil bekas atau second pada 2023 mencapai 1,4 juta unit. Angka ini melonjak 3 kali lipat jika dibandingkan pada 2013 silam, yakni hanya 0,5 juta unit.
“Memang dari 2023 dibandingkan 2013 itu naik 3 kali lipat dari cuma 500.000 unit sekarang sudah 1,4 juta jadi ini pergeseran ke mobil bekas," ucap Riyanto di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2024).
Baca Juga
Mendag Zulhas Sebut Ekspor Baja RI Peringkat Ke-4 Dunia, Nilainya Fantastis
Lebih lanjut, kondisi peralihan pembelian masyarakat dari mobil baru ke mobil bekas, menurut Riyanto dikarenakan daya beli masyarakat yang menurun akibat kesenjangan pendapatan dan harga mobil baru saat ini.
“Menurunnya daya beli atau buying power, (meningkatnya pendapatan per kapita yang tidak dapat mengejar kenaikan harga mobil baru) menyebabkan konsumen bergeser membeli mobil bekas yang pasarnya makin transparan (makin simetris),” terangnya.
Hasil penelitiannya, kategori mobil umum (MPV), pada periode tahun 2008 – 2012 harga mobil bekas rata-rata mencapai 87% harga mobil baru. Sementara di tahun 2013-2019 turun menjadi 63%, dan pada periode setelah 2020 menjadi hampir 50% dari harga mobil baru.
Baca Juga
Dari sebarannya, sebagian besar responden yang memiliki mobil bekas bertempat tinggal di Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah.
Provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan masih didominasi dengan pembelian mobil baru.
“Dari hasil survei, orang di pulau Jawa yang beli mobil di 2023, 63 persennya mobil bekas. Harga mobil baru naik, mobil bekas lebih rendah,” tandas Riyanto.

