Erick Thohir Tegaskan RI Harus Swasembada Energi, Bioetanol hingga EV Jadi Solusi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan swasembada energi dibutuhkan dengan cara mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan merealisasikan net zero emission (NZE) 2060.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total anggaran subsidi energi sebesar Rp 186,9 triliun dalam APBN 2024. Rinciannya adalah masing-masing sebesar Rp 113,3 triliun untuk subsidi BBM dan LPG, serta Rp 73,6 triliun untuk subsidi listrik.
Besarnya subsidi mendorong pemerintah sedang menggodok revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM agar penyaluran BBM bisa tepat sasaran dan mengurangi impor.
Baca Juga
Luhut Bilang Pembelian BBM Subsidi Dibatasi per 17 Agustus, Erick Thohir: Masih Wacana
“Segi keekonomian penduduk Indonesia kan berbeda-beda. Jadi, (BBM) tepat sasaran yang lebih diutamakan. Kita berprinsip bahwa yang namanya impor BBM ini harus dikurangi ke depannya. Kita harus swasembada energi,” kata Erick Thohir saat ditemui di Komplek Gedung DPR, Rabu (10/7/2024).
Terkait dengan swasembada energi, Erick menyampaikan, pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Selain itu, didorong juga penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, yaitu bahan bakar nabati (BBN) yang salah satunya menggunakan campuran bioetanol.
“Salah satu (upaya) pemerintah dengan mendorong penggunaan mobil listrik. Tetapi di situ tidak cukup, makanya didorong penggunaan bioetanol,” ujar Erick Thohir.
Menurut Erick, upaya untuk mewujudkan swasembada energi ini bukan hanya menjadi target pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) saat ini saja. Ia memandang, presiden terpilih Prabowo Subianto juga akan melakukan hal yang sama.
Baca Juga
Menteri Erick Thohir Cek Kesiapan Jaringan Gas Pertamina di IKN
“Dan ini saya yakini bukan hanya pemerintah saat ini, pemerintah selanjutnya juga menginginkan swasembada energi yang sehat. Nah ini yang kita rasa penggunaan alternatif dari bioetanol menjadi hal-hal yang saya rasa positif ke depan,” terang dia.
Tercatat, sejak Juli 2023 telah dilakukan market trial produk Pertamax Green 95, yang merupakan bahan bakar campuran RON 92, RON 98, dan 5% bioetanol yang menunjukkan respons pasar cukup positif. Sampai Mei 2024 Pertamax Green 95 sudah dijual di 75 SPBU di Surabaya dan Jakarta.
Sedangkan untuk EV, pemerintah memiliki target agar pada tahun 2030 terdapat sebanyak 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit motor listrik beroperasi di jalanan dalam upaya mengurangi emisi karbon.

