Ini 10 Negara Tujuan Ekspor Terbesar Mobil RI, Meksiko Pasar Menggiurkan
JAKARTA, investortrust.id - Mobil yang diproduksi di Indonesia diminati dan telah diekspor ke sejumlah negara. Terdapat 10 negara yang menjadi tujuan ekspor mobil bentuk utuh atau completely built up (CBU) dari Indonesia.
Berdasarkan data yang dipaparkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor mobil Indonesia pada 2023 kemarin, paling besar dikapalkan ke Filipina, yakni sebanyak 159.121 unit.
Ekspor mobil Indonesia paling banyak kedua selanjutnya adalah Meksiko, yakni 56.483 unit. Kemudian, Indonesia juga mendapatkan keuntungan dari Vietnam karena menjual sebanyak 40.241 unit, dan Saudi Arabia 40.289 unit.
Baca Juga
Penjualan Mobil Semester I-2024 Loyo, Gaikindo Bakal Ubah Target?
Selanjutnya, Indonesia mengekspor mobil ke Thailand sebanyak 37.004 unit, Timur Tengah dan Afrika sebanyak 25.287 unit, Jepang 23.260 unit, Peru sebanyak 14.501 unit, Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 13.951 unit, serta Kuwait sebanyak 9.178 unit.
“Tahun 2023, ekspor CBU mencapai 505.134 unit atau naik 6,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ucap Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara dalam diskusi di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2024).
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara mengungkapkan industri otomotif pada Diskusi antara Forum Wartawan Industri dan Kementerian Perindustrian dengan tema "Solusi Mengatasi Stagnasi Pasar Mobil" di Ruang Rajawali, Kementerian Perindustrian, Rabu, (10/7/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Lebih lanjut, Kukuh menilai bahwa pasar Meksiko lebih besar daripada Indonesia. Oleh sebab itu, menurutnya, Meksiko merupakan pasar yang harus serius digarap oleh pelaku industri serta juga pemerintah.
Baca Juga
Gaikindo Proyeksikan Penjualan Mobil di 2024 Capai 1,1 Juta Unit
Dikatakan, sebetulnya pasar Meksiko lebih besar dari Indonesia, munkgin sekitar 2 jutaan unit. Kalau dilihat dari pendapatan sebenarnya sama, tapi mereka disuplai oleh produk-produk non Meksiko.
"Dengan ekonominya, mereka (Meksiko) baru tahu 'Oh produk-produk Indonesia boleh nih. Itu yang menjadikan potensi pasarnya besar," tandas Kukuh.
Suasana Diskusi antara Forum Wartawan Industri dan Kementerian Perindustrian dengan tema "Solusi Mengatasi Stagnasi Pasar Mobil" di Ruang Rajawali, Kementerian Perindustrian, Rabu, (10/7/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.

