Dipanggil DPR, Kemenerin Ungkap Kondisi Terkini Industri Tekstil Nasional
JAKARTA, investortrust.id – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait industri tekstil domestik yang kian terpuruk. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) berkontribusi sebanyak 1,02% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia triwulan I-2024.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengungkap, parlemen menyorot sejumlah permasalahan yang melanda sektor tekstil dalam negeri. "Mengutip data yang telah dimiliki, selama Januari sampai Mei 2024 sebanyak 20-30 pabrik berhenti beroperasi serta mem-PKH sampai dengan 10.800 orang," kata Eddy di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/72024).
Dia mengungkap, angka tersebut melengkapi fenomena sepanjang tahun 2023 terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi kepada 7.200 pekerja di sentra industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di wilayah Bandung dan Surakarta. "Jumlah ini diyakini lebih banyak karena ada tenaga kerja yang tidak melapor ketika di-PHK," sambungnya.
Baca Juga
Sejak Permendag 8/2024 Berlaku, Kemenperin Ungkap Impor Produk Tekstil Melonjak Tajam
Kemudian, dia mengungkap, terdapat 109 perusahaan di Jawa Barat (Jabar) yang terpaksa mengurangi karyawan dan 17 perusahaan memutuskan untuk menutup operasional sepanjang tahun 2023-2024. Ia menambahkan, secara total sebanyak 62.000 pekerja telah kehilangan pekerjaan, hanya di wilayah Jabar. "Belum lagi 11.600 karyawan terimbas perusahaan yang memutuskan berhenti operasi," paparnya.
Pada kesempatan yang sama Kemenperin mengungkap capaian kinerja industri TPT. Menurut Plt Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Reni Yanita, kontribusi industri TPT mencapai 1,02% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional di triwulan I-2024.
Selain itu, ia mengungkap, industri TPT berkontribusi terhadap 5,84% PDB manufaktur di triwulan I-2024. Ia juga mengungkap industri TPT berhasil menyerap sebanyak 3,87 juta orang dan berkontribusi terhadap 24,13% tenaga kerja manufaktur.
Baca Juga
Kemenperin Ungkap 11 Ribu Karyawan Tekstil Di-PHK Sejak Permendag 8/2024 Dilansir
"Sedangkan kita tahu untuk pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri (kontribusi industri TPT) mencapai 70%, karena memang (harus memenuhi) 270 juta jiwa," ungkap Reni dalam rapat dengar pendapat (DRP) bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Dia membeberkan, industri PTP menjadi kontributor ke-3 terbesar terhadap ekspor manufaktur. Sampai dengan Mei 2024, ekspor industri PTP mencapai US$ 4,68 miliar atau 6,19% dari total ekspor manufaktur. "Bisa dibayangkan, jika industri TPT ini tidak baik-baik saja, ini mempengaruhi kontribusi ekspor manufaktur maupun terkait penyerapan tenaga kerja," katanya.

