MRT Jakarta Resmikan Halte Transport Hub di Dukuh Atas
JAKARTA, investortrust.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) meresmikan halte transport hub di Dukuh Atas tepat di sebelah Stasiun KAI Sudirman. Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan, pembangunan halte Dukuh Atas ini merupakan wujud sinergi MRT bersama badan usaha milik daerah (BUMD) untuk membangun kawasan transit-oriented development (TOD) yang nyaman bagi pengguna transportasi publik.
“Pendirian (halte) transport hub ini cukup panjang, ini berdiri di lahan Pasar Jaya. Ini kita bangun setinggi 12 lantai. Jadi, (lantai) tiga sampai tiga itu untuk ritel, dan (lantai) empat untuk gym, (lantai) lima sampai tujuh kantor, (lantai) delapan retail dan office, (lantai) sembilan sampai 12 hotel. Jadi ini adalah gedung mixed use untuk retail, hotel, makanan (UMKM), dan sebagainya,” kata Tuhiyat di halte transport hub Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Baca Juga
Progres Proyek MRT Jakarta Fase 2A, Stasiun Glodok dan Stasiun Kota Terhubung
Hotel yang akan masuk ke dalam kawasan halte transport hub ini adalah Artotel Group.
“Kita sudah kontrak perhotelannya, sekarang lagi akan dilakukan fitting out, (lantai) sembilan sampai 12 Itu dengan pihak Artotel,” ungkap Tuhiyat.
Selain peresmian halte transport hub, Tuhiyat bersama dengan Direktur Pelayanan dan Bisnis Transjakarta Fadly Hasan, Kepala Badan Pembinaan BUMD (BPBUMD) Nasruddin Djoko Surjono, dan Direktur id Kitchen, Tommy Tan juga meresmikan foodcourt bernama Rasa Padu di lantai tiga.
“Pemprov DKI memang menginisiasi untuk TOD (transit oriented development), yang ini tersinergi dengan BUMD. BUMD di sini sinerginya beragam yang dikolaborasi dari MRT tadi dengan PAM Jaya, kemudian Transjakarta, di sini lokasinya ada Pasar Jaya, kemudian transaksinya dengan Qris yang dari Bank DKI. Jadi ini tidak hanya sinergi BUMD, tetapi BUMD juga mengundang pihak swasta untuk masuk ke dalam transport hub ini dan diharapkan ini yang akan menjadi pupuk pertumbuhan ekonomi di Jakarta,” ujar Nasruddin.
Hubungkan 6 Moda Transportasi
Tuhiyat juga menyampaikan, halte ini akan menjadi TOD untuk enam moda transportasi, di antaranya light rail transit (LRT) Jabodebek, kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, MRT Jakarta, Bus Transjakarta rute 1B (Palmerah-Dukuh Atas) dan rute 2P (Pasar Senen-Dukuh Atas), perusahaan otobus Primajasa, KA Bandara di BNI City.
“(Halte transport hub) Ini merupakan pilot project karena ada berbagai transport stasiun, PT KCI Stasiun Sudirman, Kereta Bandara, kemudian ada LRT Jabodebek. Kemudian Transjakarta, dan kelak kemungkinan akan dibangun LRT Jakarta dari (stasiun) Manggarai menuju kawasan Dukuh Atas,” ucap dia.
Mengenai tambahan rute di Halte Transport Hub Dukuh Atas ini, pihak manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sedang mengevaluasi beberapa potensi ke depannya.
Baca Juga
Hutama Karya Rampungkan Evakuasi Material Besi di Jalur MRT ASEAN dan Blok M
“Dua rute (1B dan 2P) ini di weekdays, rata-rata per harinya sudah bisa di angka 3.500 (penumpang) per hari. Tinggal nanti kita evaluasi yang transport hub ini seperti apa. Artinya rute juga dinamis, jadi kita lihat evaluasi. Prinsipnya dari Transjakarta adalah kita terus memberikan pelayanan kepada masyarakat Jakarta, terutama convenience (kenyamanan), di mana semua masyarakat aksesibilitasnya menjadi mudah terhadap transportasi publik dan tempat-tempat publik,” kata Fadly.
Sebagai informasi, pembangunan kawasan TOD ini telah menghabiskan anggaran sebanyak Rp 160 miliar.
“Anggaran transport hub itu sebesar Rp 160 miliar. Dananya itu dari PT MRT Jakarta,” kata mantan Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar beberapa waktu silam.

