Bulan Fintech Indonesia Dibayangi Ketidakpastian Ekonomi Global
JAKARTA, Investortrust.id - Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (Afsi) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Bulan Fintech Nasional (BFN). Meski demikian, kondisi ekonomi global yang tak menentu menjadi tantangan yang perlu dihadapi pelaku industri financial technology (fintech) ke depan.
Deputi Komisioner Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Moch Ihsanuddin mengatakan kondisi global yang tidak baik-baik saja dibuktikan dengan revisi proyeksi ekonomi dunia pada 2024.
“Proyeksi IMF, World Bank, dan lembaga multlateral menyebut pertumbuhan ekonomi diproyeksikan hanya sekitar 2,7%” ujar Ichsanuddin, di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (1/11/2023).
Ichsanuddin mengatakan, proyeksi inflasi untuk negara maju berada di angka 3%. Sementara itu, inflasi negara berkembang diproyeksi mencapai 7,8%.
“Dengan melihat situasi kondisi ekonomi global yang seperti itu, asosiasi perlu bahu membahu dengan regulator,” ucap dia.
Meski menghadapi tantangan ekonomi global, Sekretaris Jenderal Aftech, Budi Gandasoebrata mengatakan optimis mengenai gelaran BFN ini. Dia mengatakan BFN dihelat untuk menyambut antusiasme dan rasa penasaran masyarakat, regulator, dan industri.
“Untuk melihat arah industri ke mana,” kata Budi.
Budi mengatakan BFN dapat menjadi forum diskusi antara masyarakat, regulator, dan pelaku industri untuk memahami teknologi dan model bisnis fintech. Selain itu, BFN bisa menjadi ajang bagi regulator untuk menentukan regulasi yang tepat terhadap fintech dan memaksimalkan target inklusi pemerintah.
“Banyak anggapan fintech sebagai pemain teknologi yang tidak mau diatur, itu salah. Kita justru mau diatur untuk menjalankan fungsi dan bisnis kita dengan baik dan benar,” ujar dia.
Ketua Umum AFSI, Ronald Yusuf Wijaya mengatakan kegiatan semacam ini dapat mendorong perkembangan fintech syariah lebih jauh lagi. Sebab, pada tahun lalu Indonesia menempati posisi ketiga fintech syariah di bawah Arab Saudi dan Malaysia.
“Harapannya di dua tahun kedepan kita berada di posisi yang lebih baik,” ujar Ronald.
Rencananya, gelaran BFN akan dilaksanakan secara daring pada 11 November - 12 Desember 2023. Acara puncaknya akan dilaksanakan secara luring pada 23-24 November 2023 di The Kasablanka Hall.
BFN akan menyediakan informasi mengenai anggota asosiasi fintech dan juga akan menggelar virtual jobfair. (CR-7)

