Investasi Rp 1,4 Triliun, 4 Hotel Baru Akan Hadir di Bali Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id –Konsultan properti, Colliers Indonesia mengungkapkan, ada empat hotel baru yang sedang dibangun di Bali pada tahun 2024.
Head of Hospitality Services Colliers Indonesia, Satria Wei menyatakan, biaya yang dikucurkan untuk membangun 4 hotel tersebut sebesar Rp 1,4 triliun.
“Dalam pantauan kami, ada 4 hotel yang mulai di bangun pada tahun 2024, dengan nilai investasi kurang lebih sebesar Rp 1,4 triliun. Kelas hotel baru yang masih menjadi dominasi ketertarikan investor adalah hotel Berbintang 5, dan Bintang 4 setelahnya,” kata Satria saat dihubungi investortrust.id, Sabtu (6/7/2024).
Namun demikian, menurut Satria, karena keterbatasan lahan yang ada dan tingginya nilai investasi membuat penambahan properti di sektor perhotelan Bali tidak banyak setiap tahunnya.
Berdasarkan riset Colliers, pada kuartal II-2024 tidak ada pasok kamar baru, namun sepanjang tahun 2024 (Full Year/FY2024) pasok kamar hotel Bali akan bertumbuh sebanyak 669 kamar. Dengan tingkat okupansi pada akhir kuartal II-2024 sebanyak 69,3% dan diperkirakan hingga akhir tahun 2024 sebanyak 76,4%.
Pada semester II-2024, lanjut Satria, kinerja hotel di Bali diperkirakan akan melanjutkan tren kenaikannya. Di samping itu libur sekolah, beberapa kegiatan luring (offline) juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif.
“Bali Marathon, yang dijadwalkan pada bulan Agustus, diharapkan dapat membantu mendongkrak kinerja hotel. Selain itu, Ubud Jazz Festival, yang akan berlangsung pada bulan Agustus, diperkirakan akan berlangsung menarik banyak pengunjung,’’ kata dia.
Baca Juga
Masyarakat akan Sadar Fungsi Asuransi, Pengamat: Citra Asuransi Pasti Kembali Bersih
Lebih lanjut menurutnya, pada bulan September, Grand Prix Sepeda Motor Mandalika (GP Motor Mandalika) akan diadakan, dan hal itu biasa bagi banyak orang penonton atau bahkan pesaing dan keluarganya menghabiskan waktu di Bali sebelum atau sesudah acara MotoGP.
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id, sektor perhotelan Bali tidak ada tambahan pasok kamar baru sepanjang kuartal II-2024. Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto menjelaskan, average daily rate (ADR) perhotelan Bali sedikit terkoreksi di bulan Mei, yang mana tingkat huniannya di bawah 60% dengan tingkat harga rata-ratanya di bawah US$ 150/kamar.
“Memang ada koreksi sedikit di rata-rata bulan (Mei). Jadi memang ada pilihan jadi hotel itu apakah memang dongkrak okupansi, tapi harganya juga agak sedikit menekan,” papar dia beberapa waktu lalu.
Adapun pasokan kamar perhotelan di Bali didominasi oleh hotel bintang 5 dan tersebar di beberapa wilayah yakni Seminyak, Nusa Dua, Jimbaran, serta Ubud. Lebih lanjut, Ferry menerangkan, pasok kamar baru di Bali berpotensi tetap bertumbuh hingga tahun 2027 mencapai 683 kamar.
Baca Juga
Sepanjang Mei, 1 dari 3 Wisatawan Indonesia Liburan ke Negaranya ‘Upin-Ipin’
“Pasokan hotel baru di Bali juga sudah mulai menyebar. Salah satunya di Ubud yang saat ini pengembangannya sudah mengarah ke daerah Payangan,” pungkas dia.

