Teken MoU dengan NYK Jepang, PIS Jajaki Kemitraan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina International Shipping (PIS) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan kapal asal Jepang, Nippon Yushen Kabushiki Kaisha Group (NYK).
Kedua perusahaan berencana menjalin kemitraan strategis mencakup pengangkutan karbon dioksida cair dan gas alam cair (liquified natural gas/LNG) serta ship management atau pengelolaan kapal. NYK dan PIS akan berkolaborasi dan mengkaji peluang bisnis serta studi kelayakan untuk sarana angkutan hingga penyimpanan CO2 cair dari dan menuju Indonesia.
Baca Juga
Kontribusi Terbesar, Pertamina Serap Komponen Dalam Negeri Rp 373,9 Triliun
Sementara, untuk bisnis pengelolaan kapal atau ship management, NYK dan PIS akan membentuk joint venture. NYK akan menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pelaut untuk berkompetisi secara global.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, kemitraan strategis ini merupakan komitmen nyata untuk mendukung agenda nasional Indonesia sebagai pemimpin dalam penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage atau CCS) dan pengurangan emisi.
“Saya turut bangga bisa menyaksikan momen penandatanganan, sebagai tindak lanjut kerja sama mitra strategis yang telah berlangsung antara PIS dan NYK sejak Desember 2022 lalu. Ini merupakan awal perjalanan dan yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mempercepat implementasi bisnis agar bisa menjadi saluran pendapatan baru untuk PIS,” ujar Nicke dalam keterangan yang diterima pada Kamis (27/6/2024).
Baca Juga
Sementara itu, CEO PIS Yoki Firnandi menekankan pentingnya kolaborasi serta kesiapan PIS untuk memainkan peran penting dalam transportasi CCS bersama NYK,
"MoU dengan NYK ini mendorong inisiatif unlock value PIS untuk grow beyond Indonesia melalui kemitraan jangka panjang serta hubungan yang erat dengan pemegang saham kami. MoU ini juga jadi simbol kesiapan PIS untuk menjadi pemimpin aggregator transportasi dan logistik CCS di kawasan. Kami berharap kemitraan ini dapat mendorong transfer teknologi dan expertise NYK dalam pengurangan emisi karbon," ungkap Yoki.
Lebih lanjut,Yoki menyebut, PIS akan fokus pada mata rantai transportasi dalam proses CCS yang memerlukan kapal dan fasilitas penyimpanan karbon khusus. Selain mendukung pemerintah, kerjasama ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina Group untuk mencapai Net Zero Emissions pada 2060 melalui teknologi CCS dan berbagai inisiatif pengurangan emisi lainnya di seluruh perusahaan dan anak usaha.

