Serius Wujudkan Ketahanan Pangan, Kemenkop UKM 'Berguru' ke Austrex
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Kemenkop UKM) serius mewujudkan program ketahanan pangan dengan cara memperkuat sektor usaha atau industri peternakan. Hal tersebut ditunjukkan dengan kunjungan langsung Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah ke Australia, untuk berguru pada Austrex.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Siti Azizah berharap dapat menjalin kemitraan dan kerja sama dengan Austrex yang akan berdampak pada perubahan besar bagi tata kelola usaha/industri peternakan di Indonesia. Terlebih Austrex selama ini dikenal sebagai perusahaan ekspor ternak hidup terbesar di dunia yang beroperasi di berbagai negara, termasuk China, Amerika Serikat, Turki, Selandia Baru, dan Indonesia.
Ia menekankan sektor peternakan berperan besar bagi terwujudnya program ketahanan pangan di lingkungan global, termasuk Indonesia. Untuk itu, sektor tersebut membutuhkan perhatian serius seluruh pihak agar keberlangsungan dan keberlanjutan usaha/industri peternakan tetap dapat terjaga dengan baik.
"Sektor ini memerlukan perhatian khusus, terutama dalam konteks isu ketahanan pangan dunia saat ini," kata Siti Azizah di Australia, Rabu (26/6/2024), seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenkop UKM.
Baca Juga
Saat kunjungan kerja tersebut, ia melihat cara model bisnis industri peternakan yang dilakukan oleh Austrex. Ia pun berharap sistem pengelolaan usaha/industri peternakan yang diterapkan Austrex dapat diadopsi di Indonesia sehingga lebih maju dan berkembang.
Ia mengatakan untuk mengembangkan sektor peternakan di Indonesia, para peternak lokal di berbagai daerah perlu didorong untuk membentuk atau bergabung dalam wadah koperasi. Dengan berkoperasi, para peternak kecil yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia, dapat lebih mudah mendapatkan akses pemasaran, pelatihan, serta pembiayaan yang terjangkau, salah satunya pembiayaan dari lembaga pengelola dana bergulir (LPDB).
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah program strategis yang dijalankan pemerintah untuk mengembangkan koperasi dan UKM, termasuk di dalamnya bagi pelaku usaha sektor agribisnis, yaitu Rumah Produksi Bersama (Factory Sharing), Revitalisasi Pasar Rakyat, Modernisasi Koperasi, Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PLUT-KUMKM) dan Layanan Rumah Kemasan.
Kemudian, pemerintah juga memiliki target dalam mencapai target kenaikan rasio kewirausahaan nasional, melalui beberapa program pendampingan berkelanjutan berupa Entrepreneur Development, program peningkatan ekosistem kewirausahaan berupa Entrepreneur Hub, program kemudahan akses pembiayaan berupa Entrepreneur Financial Fiesta, dan program pendataan lengkap KUMKM melalui Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) KUMKM.
Baca Juga
Kemenkop UKM Ajak Pelaku Koperasi Konsisten dengan Ekonomi Berkelanjutan
Dengan berbagai program-program tersebut, Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM itu berharap sinergi dan kerja sama dengan Austrex dapat dilakukan di masa mendatang sehingga target membangun ketahanan pangan dan peningkatan rasio kewirausahaan nasional dapat tercapai.
"Dalam kesempatan ini, kami ingin mengajak Austrex untuk berkolaborasi dalam mengoptimalkan program Kementerian Koperasi dan UKM di Indonesia. Diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing sektor peternakan Indonesia," tutupnya.
