Dubes Iwan Fasilitasi Perjanjian Ekspor Alkes Senilai US$ 2,5 Juta ke Bulgaria
JAKARTA, investortrust.id - Dubes RI untuk Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia Utara, Iwan Bogananta memfasilitasi dan menyaksikan secara langsung penandatangan perjanjian kerja sama perdagangan alat kesehatan (alkes) produk Indonesia antara PT Poly Jaya Medikal Indonesia dengan Association South East Regional Centre "Health" Bulgaria.
Kerja sama perdagangan dengan valuasi kontrak senilai kurang lebih US$ 2,5 juta untuk pembelian peralatan kesehatan seperti radiology, oxygen generator, hyperbaric, infant incubator, incinerator, dan hospital furnitures.
Penandatangan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama PT Poly Jaya Medikal, Budi Setiawan dan pemilik atau Presiden Direktur The Association South East Regional Centre "Health" Bulgaria, Penko Penkov.
Baca Juga
Thailand Was-Was, Ekspor Durian ke China Bakal Tergantikan dengan Durian Hainan
Dubes Iwan menyambut baik dan mengapresiasi kesepakatan antara kedua belah pihak. Kerja sama ini akan membuat produk alkes buatan Indonesia masuk pasar Eropa.
"Saya mengharapkan dengan adanya perjanjian dagang ini, sudah saatnya produk nasional naik kelas mampu meramaikan pasar global melalui Bulgaria," kata Dubes Iwan dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (26/6/2024).
Direktur Operasional Poly Jaya Medikal, Yan Destian selaku juru bicara perusahaan berterima kasih kepada KBRI Sofia dann Dubes Iwan yang telah memfasilitasi dan membuka peluang pasar bagi alat kesehatan Indonesia masuk Bulgaria. Salah satu produk unggulan Poly Jaya adalah peralatan radiology, oxygen generator, hyperbaric, infant incubator, incinerator, dan hospital furnitures.
"Dari equipment yang mereka inginkan, insyaallah perusahaan kami mampu untuk memenuhi kebutuhan Bulgaria," ujar Yan Destian.
Association South East Regional Centre Health Bulgaria merupakan grup dari beberapa rumah sakit dan klinik kesehatan di Bulgaria. Petkov mengatatakan barang yang di produksi PT Poly Jaya Medikal sangat akurat dan mampu bersaing dengan produk internasional lainnya.
"Saya sudah cek dan tes alat radiologinya, hyperbaric, dan incinerator juga, menarik. Demikian juga dengan alat lainnya, sangat memuaskan dan bersaing dengan perusahaan ternama dunia," ujar Petkov.
Untuk tahap awal, hospital Equipment yang dimiliki PT Poly Jaya Medikal nantinya akan digunakan untuk kebutuhan rumah sakit di Bulgaria. Saat ini, The Association South East Regional Centre Health sedang membangun rumah sakit seluas 4 hektare di wilayah Sliven. Tidak hanya Bulgaria, grup rumah sakit tersebut juga ada di Macedonia utara dan juga berkeinginan menjadi distributor untuk pasar Eropa.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan pemilik Kastel In Love With the Wind, Yanko Krastev juga telah melakukan kesepakatan dengan perusahaan furniture Indonesia.
"Kami akan bekerja sama untuk mengisi wooden furniture untuk sekitar 300 kamar rumah sakit baru Bulgaria yang saat ini sedang tahap finishing," ucap Yanko.
Baca Juga
Saya sangat senang dengan furnitur Indonesia, 80% furnitur yang ada di kastel kami seluruhnya asli buatan Jepara, Indonesia.
"Secara khusus kami mewakili Bulgaria sangat berterima kasih kepada Dubes Iwan Bogananta yang sangat agresif mempromosikan Indonesia di Bulgaria," katanya.

