Mentan Amran: Swasembada Pangan Bisa Terwujud Bila Semua Elemen Bangsa Berkolaborasi
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, dalam menggapai cita-cita swasembada pangan nasional, pihaknya bersama Kementerian dan Lembaga (K/L) lain telah melakukan langkah-langkah mitigasi masalah pada sektor pertanian, termasuk kekeringan dan El Nino.
Lebih lanjut kata dia, cita-cita tersebut bisa dicapai apabila seluruh elemen saling berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional.
“Kita akan berjuang bergandengan tangan, kolaborasi dengan semua pihak untuk meningkatkan produksi ke depan. Kita melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. Kita membangun, mencetak sawah baru ke depan 3 juta hektare. Insyaallah, Indonesia akan swasembada pangan dan bisa menjadi lumbung pangan (dunia 2045) ini,” kata Amran saat ditemui di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2024).
Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra, G. Budisatrio Djiwandono turut menyampaikan, swasembada pangan merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun presiden terpilih periode 2024 - 2029, Prabowo Subianto.
Baca Juga
Dampingi Jokowi, Mentan Amran Ungkap Pompanisasi Solusi Tercepat Dongkrak Produksi Beras
“Swasembada pangan merupakan program prioritas bagi presiden dan wakil presiden saat ini (Jokowi-Ma'ruf Amin) dan juga presiden dan wakil presiden terpilih 2024 (Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka). Indonesia juga mencanangkan diri menjadi salah satu negara lumbung pangan dunia yang sukses pada tahun 2045,” ujar Budisatrio
Berdasarkan informasi yang dihimpun Investortrust, Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyorot sinkronisasi antara alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan rencana kerja pemerintah (RKP) 2025.
Menurut anggota Banggar DPR Andi Akmal Pasluddin, pemerintah mematok target yang cukup tinggi untuk RKP 2025. “Tetapi RKP tersebut tidak sinkron dengan anggaran atau pagu indikator yang ada,” kata Andi beberapa waktu lalu.
Andi turut menyinggung soal target swasembada pangan yang dicanangkan pada RKP 2025. Ia menyayangkan target swasembada yang dicanangkan tidak dibarengi dengan pagu indikator yang memadai.
Dirinya mencontohkan, Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai leading sector dalam mewujudkan swasembada pangan justru mengalami pemangkasan hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023 lalu, Kementan mendapat anggaran sebesar Rp 30 triliun, kemudian menjadi Rp 15 triliun pada 2024.
Baca Juga
Kerja Sama dengan China, Mentan Amran Ingin Pertanian RI Pakai Teknologi Canggih
“Tahun depan tinggal Rp 8 triliun, ini tidak nyambung, bagaimana kita mau mensukseskan program kalau anggarannya tidak cukup?” tambah Andi.
Untuk mewujudkan target swasembada pangan, anggota Komisi IV DPR itu beranggapan angka ideal yang dialokasikan bagi Kementan adalah di atas Rp 20 triliun. Meski demikian, ia berharap akan terjadi perubahan anggaran dari pemerintah, khususnya mempertimbangkan usulan alokasi Rp 15 triliun dari DPR.
“Sarannya harus dinaikkan, masih ada waktu ini, kalau tidak, jangan harap bisa swasembada, pasti kita akan semakin ketergantungan impor,” ungkap dia.

