Telan Biaya Rp 217,8 Miliar, Progres Underpass Gatot Subroto Medan Capai 48,85%
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot penyelesaian pembangunan underpass Gatot Subroto di Kota Medan, Sumatera Utara. Pekerjaan proyek ini telah menelan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp 217,8 miliar dengan progres fisik sekitar 48,85%.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin lancar diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.
“Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover, dan underpass akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,” kata Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (20/6/2024).
Keberadaan underpass ini pun, menurut Basuk, dapat mengurai simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas dari empat arah yakni Jalan Gatot Subroto – Jalan Binjai Raya yang merupakan bagian dari segmen jalan nasional di perkotaan Kota Medan dengan Jalan Ring Road – Jalan Asrama.
Baca Juga
PUPR Beberkan Progres Pembangunan Kawasan Kepresidenan di IKN Capai 89,9%
Perlu diketahui, simpang Gatot Subroto merupakan salah satu simpul kepadatan lalu lintas di Kota Medan yang menjadi titik temu arus kendaraan dari Medan menuju Binjai dengan Jalan Ring Road menuju Lintas Sumatera Medan-Tebing Tinggi dan Jalan Asrama menuju Gerbang Tol Helvetia (Tol Medan-Binjai).
Pembangunan underpass ini mulai dikerjakan sejak tanggal kontrak 26 September 2023 dan ditargetkan selesai pada 19 September 2024 dengan biaya APBN 2023-2024 senilai Rp 217,8 miliar, dan akan menambah kapasitas jalan dari semula dua lajur menjadi empat lajur.
Underpass Gatot Subroto dibangun sepanjang 750 meter dengan galian struktur menggunakan Mesin Hydraulic Grab untuk dinding diafragma. Tercatat hingga 10 Juni 2024, progres konstruksinya telah mencapai 48,85% dengan lingkup pekerjaan meliputi pembangunan diafragma wall setebal 80 cm, pekerjaan tiang bor beton dengan diameter 800 mm, dan perkerasan beton semen menggunakan paver setinggi 30 cm.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Utara, Junaidi turut menyampaikan, demi kelancaran selama proses konstruksi underpass, BBPJN Sumatera Utara terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak karena tidak ada penutupan jalan.
“Kami juga menjalin komunikasi dengan Lembaga Adat di sini untuk meminta masukan mengenai ornamen apa yang bisa digunakan, ornamen khas Sumatera Utara, termasuk dukungan dari para stakeholder, dari pemerintah provinsi (Pemprov), Walikota, dan instansi terkait. Kami juga memohon bantuan kepada masyarakat agar setelah selesai dapat dijaga bersama,” ucap Junaidi.

