Pantera Capital Crypto Fund Alokasikan Rp 3,29 Triliun ke AI
JAKARTA, investortrust.id - Pantera Capital, perusahaan modal ventura dan hedge fund terkemuka asal Amerika yang berfokus pada aset digital mengucurkan dana US$ 200 juta atau setara Rp 3,29 triliun ke kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). AI adalah sebuah sistem kecerdasan manusia yang memungkinkan seperangkat sistem komputer atau mesin lainnya dapat berpikir dan bekerja layaknya manusia.
Manajer Portofolio Pantera Capital, Cosmo Jiang mengatakan, setiap perusahaan kripto akan segera menjadi usaha di AI. “Sepuluh, 15, 20 tahun dari sekarang, semua orang akan menggunakan AI,” katanya dikutip dari DL News, Jumat (21/6/2024).
Untuk itu, Jiang mengatakan dia secara aktif akan mencari proyek yang menggunakan AI untuk meningkatkan bisnis blockchain atau sebaliknya.
Perusahaan investasi kripto yang mencantumkan Coinbase, Circle, dan Bitstamp di antara perusahaan portofolionya baru-baru ini mengumpulkan dana baru sebesar US$ 1 miliar untuk menyuntikkan modal baru ke dalam industri.
Pantera sebelumnya menyuntikkan sekitar 15% hingga 20% modalnya ke dalam proyek-proyek blockchain yang berdekatan dengan AI. Ia pun mengharapkan aka nada dana baru lagi untuk berinvestasi lebih banyak.
Hal ini menunjukkan bahwa Pantera Capital yang diperkirakan akan mendapatkan pendanaan pertama pada tahun 2025 akan menginvestasikan lebih dari US$ 200 juta ke dalam proyek kripto yang terkait dengan AI selama sisa dekade ini.
Baca Juga
Bank Pembangunan Jerman KfW akan Terbitkan Obligasi Digital Berbasis Blockchain
Komentar Jiang menyoroti berkembangnya desas-desus seputar persimpangan teknologi AI dan blockchain. Didukung oleh perkiraan bahwa kekuatan gabungan kripto dan AI dapat menambah US$ 20 triliun pada perekonomian global pada tahun 2030, investor telah menyuntikkan lebih dari US$ 98,8 juta ke sektor ini sejak awal tahun 2024.
Token AI mencapai total nilai pasar sebesar US$ 26 miliar, dan para penambang Bitcoin menambah pendapatan mereka dengan menyediakan kekuatan pemrosesan bagi raksasa teknologi Silicon Valley untuk melatih alat AI mereka.
Jiang mengatakan AI dan blockchain memiliki warisan yang sama, dengan banyak pengembangnya yang secara alami berada di antara kedua sektor tersebut.
Sebagai contoh, dia menunjuk pada Sam Altman, yang mendirikan dua perusahaan independen yang menurutnya benar-benar sinergis dan perlu hidup berdampingan yakni OpenAI dan Worldcoin.
Lebih lanjut dia juga melihat peluang bagaimana blockchain dapat membantu pengembangan AI memverifikasi data. Salah satu perusahaan yang melakukan hal tersebut adalah Nexus Laboratories, yang merupakan salah satu alasan mengapa Pantera Capital ikut memimpin putaran pendanaan Seri A senilai US$ 25 juta baru-baru ini.
Baca Juga
JPMorgan Lansir Platform Blockchain, Tokenized Collateral Network (TCN)
Peluang selanjutnya adalah menggunakan jalur blockchain untuk melatih AI. Bittensor adalah salah satu proyek tersebut. Pantera Capital telah berinvestasi di Bittensor, tetapi tidak mengungkapkan berapa jumlah investasinya dalam proyek tersebut.
Bittensor menjalankan blockchain serupa dengan mata uang kripto lainnya. Tidak seperti Bitcoin, penambang Bittensor memvalidasi blok baru dengan menyelesaikan tugas, yang banyak di antaranya terkait dengan AI.
“Namun contoh-contoh tersebut hanya permukaan saja. Akan ada banyak sekali peluang AI dan kripto,” kata Jiang.

